Jakarta -
Seorang pria berinisial BAS (28) mencoba menjambret nenek berinisial LSJ (70) di wilayah Jelambar, Jakarta Barat (Jakbar). BAS berpura-pura menolong korban yang tersungkur pingsan.
Aksi percobaan penjambretan ini terjadi pada Senin (2/3) siang dan videonya viral di media sosial (medsos). Dalam video, terlihat korban tengah berjalan seorang diri.
Pelaku yang mengenakan motor dan jaket ojek online (ojol) mendekati korban. Saat dalam jangkauan tangan, BAS langsung menarik tas hingga menyebabkan korban terbanting ke tanah dan pingsan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian dia didekati oleh pelaku yang menggunakan sepeda motor, kemudian tas milik korban ditarik paksa oleh pelaku tapi tidak berhasil. Jadi percobaan pencurian dengan kekerasan, korban terjatuh hingga kepalanya terbentur. Iya, korban pingsan," kata Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan AKP Alexander Tengbunan saat dihubungi, Selasa (3/3/2026).
BAS sempat lanjut tancap gas setelah gagal merampas tas korban. Namun, 5 menit kemudian dia kembali datang ke tempat kejadian perkara (TKP) penjambretan di sebuah perumahan dekat GKI Jelambar Baru.
BAS mengganti helm yang dipakainya. Awalnya dia hendak kembali merampas tas korban. Tapi karena suasana ramai, BAS berpura-pura menolong korban.
"Pelaku ini diduga mengganti helm dan kembali ke tempat tersebut. Berpura-pura ingin menolong, tapi diduga karena sudah banyak masyarakat yang melihat dia nggak jadi ngambil tasnya," ujarnya.
Polisi menyelidiki kasus dengan memeriksa rekaman CCTV sekitar lokasi hingga mencari keterangan saksi-saksi hingga akhirnya menangkap BAS. Pria tersebut lantas dibawa ke Polsek Grogol Petamburan untuk diproses hukum.
Kepada polisi, BAS mengaku kasihan kepada korban yang tersungkur pingsan. Namun polisi menduga pelaku mulanya hendak membawa tas korban yang gagal dirampas, tapi berujung berpura-pura menolong saat masyarakat sudah ramai di lokasi.
"Alasannya dia, dia kasihan. Tapi kita melihat unsur percobaan pencurian sudah masuk makanya kita sudah tahan dia. Tapi diduga karena banyak masyarakat di situ dia mau ambil tas nggak jadi, takut dimassa, makanya pura-pura mau menolong," jelasnya.
(jbr/jbr)

















































