PSI Heran PDIP Soroti Jokowi Keliling RI: Pendapatnya Selalu Miring

1 day ago 4

Jakarta -

Ketua DPP PSI Bestari Barus mengomentari Politisi PDIP Guntur Romli yang menyoroti Presiden ke-7 RI akan berkeliling Indonesia. Bestari heran jajaran PDIP selalu berkomentar miring terhadap Jokowi.

Bestari awalnya setuju dengan pernyataan Guntur Romli bahwa PDIP tidak khawatir Jokowi keliling Indonesia. Ia menyebut Jokowi berkeliling sekadar menjawab kerinduan masyarakat.

"Justru aneh kalau dia khawatir. Ngapain mesti khawatir? Pak Jokowi itu hanya, apa ya, kalau saya bilang tuh, adalah Presiden ke-7 yang dulu ketika beliau menjabat itu sering blusukan, sehingga ada kerinduan dari kelompok-kelompok masyarakat atau masyarakat secara pribadi yang pernah merasakan kebijakan beliau yang diterapkan di lapangan ketika beliau datang juga menyapa, itu ada kerinduannya beliau datang," kata Bestari saat dihubungi, Jumat (29/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bestari juga menyoroti pernyataan Guntur Romli yang tidak komprehensif dalam melihat niat Jokowi. Namun, ia memaklumi PDIP selalu berpendapat miring sejak ditinggal Jokowi.

"Nggak tahu ya semenjak kenikmatan-kenikmatan buat partainya itu dicabut oleh Pak Jokowi kan selalu miring saja pendapatnya, kan begitu," ucap dia.

Bestari pun berharap hal ini jadi momentum untuk Jokowi menegaskan dirinya kini sudah bersama PSI. Sehingga, kata dia, pendukung Jokowi bisa berhenti memilih PDIP.

"Jadi tanpa mereka (PDIP) sadari sebetulnya ya justru kami di PSI ini bergembira dengan Pak Jokowi sudah tidak lagi di sana, dan mudah-mudahan menjadi kesempatan juga pada saat mengunjungi seluruh Indonesia nanti, Pak Jokowi menyatakan bahwa sekarang sudah bersama PSI. Jadi yang dulu selama 10 tahun orang suka sama Pak Jokowi ketika menjabat, hari ini jadi permakluman publik 'oh, beliau sudah di sini, di PSI bersama PSI, kita jangan lagi milih partai yang itu', kan begitu," ujar dia.

"Makanya timbullah kegelisahan-kegelisahan itu. Wajarlah kan namanya Pak Jokowi dicintai rakyat, kemudian pindah ya silent voters-nya Pak Jokowi, pendukung Pak Jokowi juga akan ikut pindah tentu ke mana? Ke PSI, sehingga ada kekhawatiran-kekhawatiran mungkin ya kita maklumilah gitu," sambungnya.

Kemudian, Bestari pun meminta agar jajaran PDIP lebih fokus terhadap urusan partainya sendiri. Ia secara khusus menyoroti posisi Guntur Romli di PDIP.

"Sebaiknya dia cukup memperhatikan partainya dia, atau memang dia sudah nggak ada kerjaan di partainya sehingga harus memperhatikan partai orang? Jadi susah gitu. Iya. Ah, saya juga heran sebetulnya dia di PDIP itu sebagai apa sih? Pengurus bukan, apa bukan, atau lagi berlomba-lomba untuk menjadi pengurus gitu kan? Sehingga harus mengeluarkan statement-statement yang tidak berbobot sama sekali yang justru tidak membangun buat partainya," tegas dia.

Pertanyaan Politisi PDIP

Sebelumnya, Politisi PDIP Guntur Romli mengaku tak khawatir dengan Jokowi yang hendak berkeliling Indonesia. Ia awalnya memastikan Jokowi keliling Indonesia tidak akan berpengaruh bagi PDIP.

"Saya sangat yakin tidak ada pengaruh sama sekali. Jokowi itu sudah dipecat dari PDI Perjuangan secara tidak terhormat. Termasuk Gibran dan Bobby. Masyarakat sudah tahu alasannya," kata Guntur saat dihubungi, Jumat (29/5).

Guntur juga membahas saat Jokowi mempromosikan PSI ketika masih jadi Presiden. Menurutnya, dukungan Jokowi tak memberi efek kepada PSI.

"Secara logika sederhana saja, waktu Jokowi jadi Presiden tidak mampu meloloskan PSI ke Parlemen, apalagi sekarang tidak jadi apa-apa," ucap dia.

Guntur yakin Jokowi berkeliling sekadar bagi-bagi sembako. "Paling dia keliling Indonesia cuma bagi-bagi sembako dan amplop saja. Buat konten di medsos dia saja itu," imbuhnya.

Saksikan Live DetikSore :

Tonton juga video "Grace Natalie Dipolisikan Terkait Video Ceramah JK, PSI Bilang Gini"

(maa/knv)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |