Jakarta -
Presiden Prabowo Subianto mengatakan pernah beberapa kali ada pihak yang berupaya untuk menyogoknya selama satu tahun menjabat. Prabowo menegaskan bahwa tidak ingin mengintervensi penegakan hukum.
"Aku satu tahun aja ya jadi presiden, geleng-geleng kepala juga saya. Berapa kali saya mau disogok, bolak-balik datang, minta ini minta itu. Tegakkan peraturan, tegakkan sesuai dengan kepentingan bangsa dan negara, saya ndak ikut-ikut yang lain-lain," kata Prabowo saat panen raya dan pengumuman swasembada pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa waktu lalu, Prabowo mengaku diberikan list perusahaan yang diduga melanggar. Prabowo tidak ingin ikut campur dalam kasus tersebut.
"Kemarin saya dikasih daftar 'Pak, ini daftar sekian puluh perusahaan yang melanggar, yang mau dicabut izinnya, silakan Bapak pelajari' saya bilang saya nggak mau lihat itu, karena saya takut ada teman saya di situ," tutur dia.
"Ya kan? Nggak enak, bisa terpengaruh saya, begitu lihat daftar, aduh teman saya, begitu lihat, eh ini Gerindra lagi, jadi lebih baik saya nggak lihat, saya nggak mau tahu, jadi kalau yang dicabut ya salahkan saja Jaksa Agung," lanjutnya.
Prabowo menyerahkan kasus hukum kepada aparat. Prabowo memberikan arahan bahwa tindak pihak yang bersalah dan melanggar hukum.
"Kalau sekarang saya bilang saya nggak tahu, saya serahkan ke aparat penegak hukum. Mereka tanya 'Pak, apa petunjuk?' Yang melanggar, tindak, sederhana," ucap Prabowo.
Prabowo mengatakan bahwa kekayaan negara harus digunakan untuk kemakmuran rakyat. Hal itu, kata dia, tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945.
"Bahasa Indonesia nggak usah ditafsirkan, UUD '45 pasal 33 jelas, nggak usah ada penerjemah, bumi dan air, dan semua kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasi negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, apa yang kurang jelas? Yang tidak paham keluar saja dari jabatan, segera mengundurkan diri, banyak yang bisa gantikan, nggak usah takut. Anak-anak muda yang baik-baik itu mau berjuang untuk kebaikan," pungkasnya.
(lir/dhn)















































