Menbud Hadiri Bedah Film SANFFEST Ramadan, Dorong Santri Berkarya

4 hours ago 2

Jakarta -

Menteri Kebudayaan (Menbud) RI Fadli Zon menghadiri bedah film Santri Film Festival (SANFFEST) Ramadan di Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Kebudayaan, Ciputat, Tangerang Selatan. Kegiatan ini disebut menjadi bagian untuk memperluas partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda dan santri, dalam pemajuan kebudayaan melalui medium film.

Di hadapan pimpinan pondok pesantren dan para santri, Fadli menyebut SANFFEST menjadi ruang strategis bagi anak muda pesantren untuk mengekspresikan gagasan dan kekayaan budaya lewat karya film.

"Santri Film Festival sudah dimulai sejak tahun lalu dan menjadi bagian dari program Kementerian Kebudayaan, dengan harapan bahwa semua orang mempunyai kesempatan untuk memajukan kebudayaan nasional Indonesia. Salah satu ekspresi budaya itu adalah seni, termasuk film," jelas Fadli dalam keterangan tertulis, Minggu (1/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fadli menjelaskan kebudayaan memiliki cakupan luas dan tidak terbatas pada seni semata. Ia menyebut seni merupakan salah satu dari 10 Objek Pemajuan Kebudayaan yang menjadi fokus kebijakan nasional, selain bahasa, sastra, tradisi lisan, manuskrip, ritus, adat istiadat, permainan tradisional, olahraga tradisional, dan pangan lokal.

Menurut Fadli, film memiliki posisi penting karena mampu merangkum banyak unsur budaya sekaligus dan mudah menjangkau publik di era digital.

"Di dalam film ada seni akting, bahasa, sastra, musik, tari, wastra, bahkan kuliner. Film adalah platform yang mengandung banyak unsur seni dan budaya, sekaligus paling mudah disebarluaskan di era digital saat ini," jelasnya.

Fadli menambahkan, Kementerian Kebudayaan saat ini memprioritaskan lima ekosistem seni dalam manajemen talenta nasional, yakni film, musik, seni pertunjukan, seni rupa, dan sastra. Programnya mencakup pembibitan, workshop, capacity building, hingga pendampingan oleh maestro serta ahli di bidangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Fadli menyinggung perkembangan industri film nasional. Ia menyebut film Indonesia saat ini menguasai sekitar 67 persen pangsa pasar bioskop dalam negeri, sehingga menjadi peluang yang perlu dimanfaatkan, terutama oleh generasi muda.

Fadli juga menyoroti partisipasi film Indonesia di festival internasional seperti Festival Film Internasional Rotterdam, Clermont-Ferrand International Short Film Festival, Berlin International Film Festival, Sundance Film Festival, Festival Film Cannes, Busan International Film Festival, dan Venice Film Festival. Sementara di dalam negeri, ia menyebut festival seperti Festival Film Indonesia, Jakarta Film Week, dan Jogja-NETPAC Asian Film Festival terus berkembang sebagai ruang apresiasi dan pasar film nasional.

Terkait potensi pesantren, Fadli menyebut Indonesia memiliki sekitar 42.000 pesantren dengan kekayaan cerita yang besar. Ia juga menyinggung megadiversity Indonesia dengan 1.340 suku bangsa dan 718 bahasa daerah sebagai sumber inspirasi yang luas bagi sineas muda.

Menurutnya, pesantren punya kekhasan yang tidak banyak ditemukan di negara lain. Tradisi intelektual, ruang diskusi, dan nilai spiritual disebut menjadi fondasi kuat lahirnya karya kreatif. Ia mencontohkan novel Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman El Shirazy yang diadaptasi menjadi film dan meraih jutaan penonton sebagai bukti cerita dari pesantren memiliki daya tarik secara kultural maupun industri.

Acara bedah film SANFFEST Ramadan ini dihadiri sejumlah pimpinan pondok pesantren dan santri, di antaranya dari Pondok Pesantren Qatrun Nada, Rahmaniyah Al-Islami, At-Taqwa, dan Fajar Dunia.

Di akhir sambutan, Fadli berharap dari lingkungan pesantren lahir sineas yang mampu membawa kisah Indonesia ke panggung dunia.

"Kekuatan film ada pada cerita. Dan Indonesia tidak pernah kekurangan cerita. Santri punya pengalaman, tradisi, dan perspektif yang sangat unik. Saya berharap dari pesantren lahir sineas-sineas hebat yang mampu membawa kisah Indonesia ke panggung dunia," tutupnya.

(anl/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |