PAPUA - Di tengah keterbatasan fasilitas kesehatan di pedalaman Papua, Pos Satgas TNI hadir sebagai solusi nyata bagi masyarakat. Salah satu pos yang menjadi andalan warga adalah Pos Titik Kuat Pintu Jawa Satgas Yonif 700/Wyc, yang berlokasi di Kampung Kilunggame, Distrik Sinak Barat, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Selasa 18, Maret 2025.
Bagi masyarakat yang selama ini kesulitan menjangkau Puskesmas karena jarak jauh dan infrastruktur yang terbatas, Pos TNI menjadi pilihan utama untuk mendapatkan layanan kesehatan. Selain lebih dekat, pelayanan yang diberikan juga gratis dan berkualitas.
"Kami sangat terbantu dengan adanya Pos TNI di sini. Lebih dekat, lebih cepat, dan pelayanannya sangat baik, " ujar Pendeta Ifanus, tokoh agama dari Kampung Nigilame, Distrik Mage’Abume.
Pos TNI, Lebih dari Sekadar Pos Keamanan
Jarak dan keterbatasan tenaga kesehatan menjadi tantangan besar bagi masyarakat pedalaman Papua. Banyak warga yang kesulitan mendapatkan layanan medis karena keterbatasan fasilitas di Puskesmas.
Di sinilah peran besar Satgas TNI. Tidak hanya menjaga keamanan, mereka juga menjadi sahabat bagi warga, memastikan setiap orang mendapatkan akses kesehatan yang layak.
Menurut Letda Inf Risal, Komandan Pos Pintu Jawa, kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan hanya soal pertahanan, tetapi juga kepedulian terhadap kesejahteraan rakyat.
"Kami menyediakan tenaga medis dan obat-obatan agar warga tidak perlu jauh-jauh ke Puskesmas. Semua layanan diberikan tanpa biaya, " jelasnya.
Setiap hari, banyak warga datang untuk memeriksakan kesehatan, mengobati luka-luka, atau sekadar berkonsultasi tentang kondisi kesehatan mereka. Situasi ini semakin diperburuk oleh medan berat Papua Tengah, yang sulit dijangkau oleh tenaga medis maupun fasilitas kesehatan lainnya.
Namun, dengan kehadiran Pos Satgas TNI di Titik Kuat Pintu Jawa, harapan itu tetap menyala. Warga tidak lagi harus menempuh perjalanan panjang hanya untuk mendapatkan perawatan.
"Di mana pun rakyat membutuhkan, TNI akan selalu hadir, " tutup Letda Inf Risal.
Authentication:
Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono