Polisi Ungkap Dalih Paman Bunuh Balita di Bekasi: Ingin Bikin Korban Tenang

8 hours ago 3
Bekasi -

Polisi menangkap pria G (18) sempat menyampaikan permintaan maafnya setelah membunuh keponakannya, balita 2 tahun di Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar). Kepada polisi, tersangka mengaku membunuh korban agar membuatnya tenang.

"Dia waktu di awal dia sempat minta maaf. Keterangannya, 'Saya ingin buat dia, balita ini, buat tenang', katanya. 'Saya pengin tenangin dia, mengakhiri sakitnya' dan sebagainya. Itu keterangan dari tersangka," kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, saat dihubungi, Sabtu (30/5/2026).

Tersangka mengaku terganggu dengan korban saat bermain game. Tersangka lalu mengambil pisau di dapur dan melukai korban hingga akhirnya meninggal dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau dari kami tanya, ya itu tadi, spontanitas. Karena dia lagi main game, diganggu anak, korban ini juga menangis terus. Dia spontan langsung ke dapur ambil pisau. Langsung ambil pisau dia. Dia ingat pisau itu ada di dapur, ya langsung dia ke sana ambil, ya langsung dia lakukan penusukan," jelasnya.

Korban sendiri tinggal bersama nenek dan pamannya di rumah tersebut, setelah ibu kandungan pergi lantaran ada masalah keluarga. Pihak kepolisian sudah menginformasikan peristiwa tersebut kepada ibu korban.

"Dari keterangan dari ibu tersangka atau nenek korban, sempat tinggal bersama korban maupun tersangka. Jadi empat orang di rumah. Namun, ada konflik internal sehingga yang bersangkutan pergi dari kontrakan," jelasnya.

Jasad korban ditemukan pada Rabu (27/5) di sebuah kontrakan di wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi. Tersangka G sudah diamankan polisi. Pria G sempat melukai dirinya dan mengalami luka tusuk di dada dan kedua pipinya.

Andi mengatakan G sempat dirawat di rumah sakit (RS) dan kini telah siuman. G telah ditetapkan sebagai tersangka dan terancam hukuman 15 tahun penjara.

Paman Alami Gangguan Jiwa

Kompol Andi Muhammad Iqbal menyampaikan, berdasarkan keterangan nenek korban, paman korban pernah dibawa ke psikiater. Paman korban mengalami gangguan kejiwaan.

"Iya, berdasarkan hasil penyelidikan kita dan investigasi di lapangan, kita juga mendapatkan informasi dari ibu yang bersangkutan juga. Memang sebelumnya korban tersebut pernah dibawa ke psikiater. Dan memang ada gangguan kejiwaan dan rutin mengonsumsi obat," tuturnya.

Namun, dalam dua hari belakangan, paman korban tidak mengonsumsi obat karena nenek korban tidak mampu membeli obat.

"Namun, 2 hari ini dia tidak konsumsi obat dikarenakan, ya itu tadi, nenek korban tidak ada uang untuk membeli lagi obatnya," tutupnya.

Simak juga Video: Polisi Ungkap Kronologi Balita di Tangerang Tewas Dibakar Pacar Ibunya

(wnv/eva)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |