PKS Minta Pemerintah Lindungi Kelompok Rentan dari Paparan Abu Anak Krakatau

3 days ago 15
Jakarta -

Ketua DPP PKS yang juga anggota Komisi IX DPR, Netty Prasetiyani Aher, berharap ada mitigasi yang gencar dilakukan oleh pemerintah, terutama bagi kelompok rentan dalam menghadapi bencana erupsi Gunung Anak Krakatau. Dia meminta pemerintah memastikan melindungi masyarakat.

"Erupsi Anak Krakatau harus kita lihat bukan hanya sebagai persoalan kebencanaan, tetapi juga sebagai persoalan kesehatan masyarakat. Pemerintah perlu memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan yang memadai, terutama dari risiko paparan abu vulkanik," kata Netty kepada wartawan, Rabu (9/9/2026).

Netty meminta pemerintah memberikan perhatian kepada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan. Ia mengatakan perlindungan tak cukup hanya dengan membagikan masker.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kelompok rentan memiliki kebutuhan perlindungan yang lebih khusus. Mereka harus menjadi prioritas dalam mitigasi dampak kesehatan akibat paparan abu vulkanik. Namun perlindungan tidak cukup hanya dengan membagikan masker," katanya.

Menurut Netty, pemerintah juga perlu memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat mengenai kondisi kualitas udara, tingkat risiko paparan serta langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melindungi kesehatan. Ia berharap ada koordinasi antarlembaga yang berwenang.

"Masyarakat membutuhkan informasi yang sederhana, cepat dan mudah dipahami. Kapan harus membatasi aktivitas di luar rumah, siapa yang harus lebih berhati-hati, dan kapan harus segera mencari pertolongan kesehatan," papar Netty.

"Informasi mengenai aktivitas gunung, sebaran abu, dan langkah perlindungan kesehatan harus saling terhubung. Jangan sampai masing-masing lembaga bekerja sendiri-sendiri sementara masyarakat membutuhkan informasi yang utuh," tambahnya.

Diketahui, sebaran abu vulkanik imbas erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan telah menimbulkan dampak penyakit bagi masyarakat Pandeglang. Di Kecamatan Labuan, 51 orang terjangkit infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA.

"Per hari ini, sejak pukul 13.00 WIB, yang berobat ke Puskesmas Labuan untuk ISPA 51 orang, untuk diare 4 orang," kata Kepala Puskesmas Labuan, Sri Rejeki, kepada wartawan, Selasa (8/9).

Sri mengatakan sejumlah warga yang mayoritas usia dewasa itu datang ke puskesmas mengeluhkan gejala sesak napas karena diduga menghirup abu vulkanik Gunung Krakatau. Sejauh ini tidak ada warga yang dirawat dalam kasus tersebut.

"Tidak ada yang dirawat, semua mengikuti rawat jalan," katanya.

Saksikan Live DetikPagi :

(dwr/zap)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |