Pertama dalam Sejarah, Polda Riau Ungkap Perburuan Gajah dari Hulu ke Hilir

2 hours ago 3

Pekanbaru -

Polda Riau menangkap 15 tersangka dalam kasus perburuan gajah Sumatera yang berperan sebagai eksekutor hingga penadah gading gajah. Pengungkapan dari hulu ke hilir ini menjadi momen bersejarah di Polda Riau.

"Alhamdulillah baru kali ini sepanjang sejarah di Provinsi Riau kita bisa melakukan pengungkapan dari hulu ke hilir. Ada 15 tersangka (yang ditangkap), dan 3 masih dalam pengejaran," kata Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan dalam konferensi pers di Mapolda Riau, Selasa (3/3/2026).

Kapolda mengatakan pembunuhan gajah ini terungkap berkat peran kolaboratif TNI-Polri, Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, Pemprov Riau, Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Kejati Riau, Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), hingga pengelola area konsesi PT RAPP.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Irjen Herry Heryawan menegaskan kematian seekor gajah Sumatera ini bukan sekadar peristiwa pidana. Namun, kematian gajah ini telah menimbulkan luka bagi seluruh pihak.

Ia menjelaskan pentingnya seekor gajah sebagai penyeimbang alam dan ekosistemnya. Ketiga seekor gajah mati, maka ekosistem lainnya ikut terancam punah.

"Gajah bukan hanya satwa liar, ia adalah penjaga keseimbangan ekosistem, simbol keseimbangan alam, dan ketika ia dibunuh demi keuntungan ekonomi sesaat, maka yang rusak bukan satu individu satwa tetapi ada mata rantai kehidupan itu sendiri," ucapnya.

Ia menambahkan, pengungkapan kasus ini merupakan wujud komitmen Polda Riau dalam melindungi alam dan ekosistemnya. Apalagi, kematian gajah Sumatera bukan pertama kalinya terjadi.

"Dan di wilayah TNTN dan sekitarnya, praktik ini bukan terjadi satu kali," imbuhnya.

Konferensi pers di Polda Riau terkait kasus perburuan gajah Sumatera di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Selasa (3/2/2026).Konferensi pers di Polda Riau terkait kasus perburuan gajah Sumatera di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Selasa (3/2/2026). Foto: dok. Polda Riau

Menhut Apresiasi

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Sigit dan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan atas pengungkapan kasus ini.

"Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri beserta Pak Kapolda, pesta jajaran. Sangat terasa sekali bahwa kepolisian di bawah pimpinan Kapolri Pak Sigit semakin profesional dan melindungi melayani sehingga kasus," kata Raja Juli.

Raja Juli menyampaikan pengungkapan kasus ini sekaligus mematahkan pesimistis publik terhadap aparat dalam menindak para pelaku perburuan satwa.

"Kasus seperti ini, yang di publik terasa sangat pesimis akan bisa diungkap, tapi sekali lagi dengan kepemimpinan beliau yang diimplementasikan dengan baik oleh Pak Prabowo dari Riau," imbuhnya.

(mea/dhn)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |