Pandeglang -
Upaya pencarian lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau pada hari kedua belum membuahkan hasil. Pencarian akan dilanjutkan Kamis, 10 September besok.
"Dihentikan sementara, kami akan evaluasi kembali dengan alut-alut (alat utama) ini setelah kembali ke posisi masing-masing. Kami akan menghitung kemampuan untuk melakukan pergerakan besok seperti apa, dan merencanakan pencariannya seperti apa," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, di Carita, Kabupaten Pandeglang, Rabu (9/9/2026).
Pencarian hari kedua ini dilakukan dengan melibatkan tim dari KN SAR Tetuka 247 untuk melakukan penyisiran di Sektor 2 dengan total jarak 68,3 nautical mile (NM). Sementara itu, KAL Anyer menyisir area yang sama dengan total jarak 69,5 NM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan pencarian juga dilakukan oleh RIB 02 dan RIB 03 Lampung di Sektor 1 dengan total jarak 67 NM. Tim melakukan penyisiran dan pemantauan visual di sekitar Pulau Sebesi, Pulau Sebuku, hingga kawasan Krakatau.
Sementara itu, RIB 02 Banten melakukan penyisiran di sepanjang Pulau Rakata dan Pulau Panjang. KP Sanjaya menyisir Sektor 4 dengan total jarak 67,3 NM, sedangkan KRI Leuser dan KRI Lepu masing-masing melakukan pencarian di sektor yang telah ditentukan.
Sejumlah SRU telah melakukan pemantauan visual di sekitar Gunung Anak Krakatau dan Rakata Besar. Namun, hingga laporan diterima, seluruh penyisiran masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan delapan orang yang dicari.
"Tadi kami dapat info terakhir, di Pulau Sebuku, KN SAR Tetuka sempat menerbangkan drone, dan itu nihil," katanya.
Al Amrad mengatakan pencarian akan terus dilakukan esok hari. Menurutnya, proses pencarian pada siang hari dianggap lebih efektif.
"Kalau untuk pencarian diperpanjang, kita efektif pencarian itu paling tidak di siang hari, kenapa dengan jarak visibility, jarak pandang visibility, seperti itu," katanya.
(mea/mea)


















































