Pemprov Lampung Dorong Keseimbangan Konservasi Gajah-Aktivitas Masyarakat

2 hours ago 2

Jakarta -

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendampingi Menteri Kehutanan RI (Menhut) Raja Juli Antoni meninjau progres kegiatan mitigasi interaksi negatif gajah Sumatera di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur.

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari kunjungan kerja Raja Juli ke Provinsi Lampung untuk melihat langsung perkembangan pembangunan dan fasilitas yang disiapkan dalam mendukung penanganan interaksi antara gajah liar dan masyarakat di sekitar kawasan konservasi.

Rangkaian kunjungan dimulai setelah Raja Juli beserta rombongan tiba di Bandara Raden Inten II Lampung pada pagi hari. Dari bandara, rombongan kemudian menempuh perjalanan darat sekitar 2 jam 21 menit menuju kawasan TNWK.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setibanya di TNWK, Mirza bersama Raja Juli mengikuti diskusi mengenai pembangunan mitigasi interaksi negatif gajah Sumatera di TNWK.

"Dalam diskusi tersebut, Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatera di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Brigjen TNI Sriyanto memaparkan progres pembangunan yang dilakukan di TNWK sekaligus memastikan pembangunan fasilitas mitigasi dapat mendukung pengelolaan interaksi gajah secara lebih terencana," ujar Mirza, dalam keterangan tertulis, Senin (21/9/2026).

Kegiatan kemudian dilanjutkan oleh Mirza dan Raja Juli dengan meninjau sejumlah fasilitas yang berkaitan dengan pengelolaan dan mitigasi interaksi gajah.

Peninjauan meliputi holding room, command center, playground, hingga area simbolis pelepasan gajah.

Rombongan juga melihat main area ceremonial dan menara pandang serta jembatan gantung. Dari titik-titik tersebut, pemerintah pusat dan daerah melihat secara langsung kesiapan sarana pendukung pengelolaan kawasan sekaligus upaya memperkuat edukasi dan konservasi gajah Sumatera.

Setelah meninjau sejumlah fasilitas utama, Mirza dan Raja Juli melanjutkan perjalanan singkat menuju area UMKM di kawasan TNWK. Area tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan untuk melihat keterkaitan antara kegiatan konservasi dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

TNWK merupakan salah satu kawasan konservasi penting di Lampung yang memiliki ekosistem hutan dataran rendah dan menjadi habitat satwa liar, termasuk gajah Sumatera. Dokumen Kemenhut mencatat TN Way Kambas sebagai salah satu lokasi aksi mitigasi di Provinsi Lampung yang memerlukan kegiatan monitoring dan evaluasi berkelanjutan.

Upaya penanganan interaksi manusia dan satwa liar menjadi penting karena keberadaan gajah tidak hanya berkaitan dengan perlindungan satwa, tetapi juga menyangkut keamanan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar kawasan hutan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bersama Kemenhut sebelumnya juga telah mengembangkan berbagai pendekatan dalam penanganan konflik satwa liar, termasuk pemantauan pergerakan satwa dan penguatan pengelolaan kawasan.

Dalam dokumen Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Ditjen KSDAE) Kemenhut, pemasangan GPS collar disebut sebagai salah satu strategi untuk menangani konflik manusia dan gajah liar sekaligus mempelajari pergerakan satwa.

Dalam kunjungan tersebut, Mirza turut memastikan pemerintah daerah (pemda) terlibat dalam penguatan koordinasi dengan pemerintah pusat dalam pengelolaan kawasan konservasi.

"Kolaborasi tersebut diperlukan agar upaya perlindungan satwa dapat berjalan beriringan dengan kepentingan masyarakat di sekitar kawasan," kata Mirza.

Secara ekologis, TNWK memiliki posisi penting sebagai kawasan konservasi di Lampung. Data Kemenhut mencatat kawasan TNWK dalam berbagai program konservasi dan pemulihan ekosistem, termasuk pengembangan pengelolaan kawasan serta pelibatan masyarakat.

Bagi Lampung, penguatan mitigasi interaksi gajah tidak hanya bertujuan menjaga keberlangsungan populasi gajah Sumatera, tetapi juga mengurangi potensi gangguan terhadap masyarakat di sekitar kawasan.

Pengelolaan yang semakin baik diharapkan dapat menciptakan keseimbangan antara perlindungan satwa, kelestarian hutan, dan aktivitas sosial-ekonomi warga.

Sebagai informasi, acara ini juga turut dihadiri oleh sejumlah pejabat Kemenhut, di antaranya Dirjen KSDAE, Staf Ahli Menteri, serta sejumlah direktur terkait konservasi dan pengelolaan kawasan.

Perwakilan Kedutaan Besar Norwegia juga turut hadir dalam kunjungan tersebut. Mereka antara lain Ambassador Kaja Glomm serta perwakilan bidang iklim dan kehutanan Anja Lillegraven, Livia Costa Kramer, dan Susilo Ady Kuncoro.

Kehadiran perwakilan Norwegia dalam agenda tersebut menunjukkan adanya perhatian terhadap isu kehutanan, konservasi, iklim, dan pengelolaan ekosistem dalam rangkaian kunjungan di Lampung. Namun, agenda utama kunjungan tetap berfokus pada peninjauan progres mitigasi interaksi negatif gajah Sumatera di TNWK.

(hnu/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |