Nazi Pernah Ketipu Armada Militer Palsu, Kegocek Balon Berbentuk Tank

5 hours ago 3
Jakarta -

Saat Perang Dunia Kedua berlangsung, pasukan Nazi Jerman merupakan pasukan militer yang paling ditakuti. Namun, siapa sangka, pasukan Nazi justru pernah tertipu armada militer abal-abal.

Dilansir BBC, pasukan armada palsu ini dikenal dengan 'tentara hantu'. Kelompok ini menggunakan balon berbentuk tank dan efek khusus tingkat Hollywood untuk menipu Jerman tentang rencana perang Sekutu.

Pasukan 'tentara hantu' ini merupakan Pasukan Khusus Markas Besar ke-23 Amerika Serikat. Pasukan tersebut pada 1942. Pasukan ini terdiri dari lebih dari 1.000 orang, dan digunakan di Eropa setelah D-Day.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasukan sengaja dibentuk untuk menipu Jerman agar percaya bahwa ada pasukan yang lebih unggul dengan jumlah 30.000 pasukan. Pasukan 'tentara hantu' ditujukan untuk mengancam tentara Nazi di garis depan perang.

Tentara hantu ini merekrut banyak arsitek, desainer, pekerja kreatif periklanan dan seniman. Anggota terkenal pasukan ini termasuk fotografer Art Kane, perancang busana Bill Blass dan pelukis Ellsworth Kelly.

Selama masa aktifnya antara tahun 1944 dan 1945, mereka menciptakan 22 operasi penipuan untuk menipu pasukan Jerman. Taktik ini terbukti sangat penting dalam kemenangan akhir Sekutu atas pemimpin Nazi Adolf Hitler.

Tentara Hantu menggunakan berbagai teknik pengalihan perhatian. Peralatan militer palsu termasuk ratusan balon berbentuk tank yang dari kejauhan tampak persis seperti aslinya. Balon tank ini berhasil mengelabui pengintaian udara Jerman pada masa itu.

Selain tim yang ada di lapangan, pasukan ini juga punya tim yang bekerja untuk membuat siaran radio palsu. Tugasnya yakni untuk memanipulasi informasi yang disadap oleh Nazi. Caranya dengan menyalakan pengeras suara yang memutar suara pergerakan pasukan.

Anggota tentara hantu juga bekerja sebagai aktor. Mereka mengenakan seragam resimen yang berbeda dan berbaur di kota-kota setempat, memberikan petunjuk tentang pergerakan pasukan dengan harapan mata-mata lokal akan menangkapnya.

Setelah perang berakhir, tentara hantu diwajibkan untuk merahasiakan kegiatan mereka. Aksi membuat armada palsu ini tetap dirahasiakan secara resmi hingga baru dibuka pada tahun 1996.

(rdp/imk)


Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |