Sosok Fauzi Orbanta Korban Jatuhnya Heli di Kalbar di Mata Kerabat

4 hours ago 4

Jakarta -

Proses pemakaman Fauzi Orbanta warga Jambi yang menjadi korban kecelakaan helikopter Airbus H130 PK-CFX di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat diselimuti tangis haru. Orang dekat dan kerabat bercerita bagaimana sosok korban semasa hidup.

Jenazah Fauzi dishalatkan di Masjid Baitul Insyirah yang letaknya di kawasan perumahan tempat tinggal almarhum pada Sabtu (18/4/2026) selepas Zuhur. Setelah disalatkan jenazah langsun dimakamkan di pemakaman umum (TPU) Pusara Agung, Kota Jambi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Petugas operasional Masjid Baitul Insyirah, Syahid Husein, di Jambi mengenan sosok Fauzi. Semasa hidup, almarhum cukup sering ibadah berjamaah di masjid itu.

Meski jarang berada di komplek perumahan karena urusan pekerjaan, namun almarhum selalu ramah jika bertemu dengan warga khususnya yang tinggal di dalam satu perumahan.

"Saya sudah lima tahun menjadi marbut masjid ini, kadang kalau pas tidak dinas keluar daerah almarhum sering shalat berjamaah di sini (Baitul Insyirah)," ungkap Syahid dilansir Antara, Sabtu (18/4/2026).

Kerabat dekat sekaligus mantan bawahan Fauzi , Amri Tarigan juga mengatakan almarhum sebagai pribadi yang baik. Selain itu, almarhum juga disebut mengayomi di lingkungan kerja.

"Ia (almarhum) selalu bersikap dewasa dan mengayomi layaknya sebagai orang tua," kata Amri.

Fauzi Orbanta adalah salah satu dari delapan korban kecelakaan Helikopter Airbus130 PK-CFX di hutan Kabupaten Sekadau, Kalbar pada Kamis (16/4) lalu. Korban tiba di Jambi pukul 10.10 WIB, dengan menggunakan penerbangan pesawat Batik Air (BTK6804).

Hari ini seluruh korban kecelakaan telah diberangkatkan menuju daerah masing-masing. Kedelapan korban tersebut atas nama Marindra Wibowo (Pilot) dipulangkan ke Surabaya, Harun Arasyid (Co-pilot) dibawa ke Jakarta.

Patrick Kee Chuan Peng (Kuala Lumpur), Tan Keng Liam (Jakarta), Sugito Karuna (Medan), Joko Catur Prasetyo Sulistyo Wibowo (Yogja) dan Fauzi Orbanta (Jambi), dan Charles L (Melawi, Kalbar).

Sebelumnya, helikopter dilaporkan hilang kontak saat terbang dari satu kawasan perkebunan sawit menuju lokasi lain dalam satu kelompok perusahaan. Berdasarkan data kronologi helikopter tersebut lepas landas dari helipad PT CMA di Desa Nanga Keruap, Kabupaten Melawi pukul 07.34 WIB

Helikopter kemudian dilaporkan hilang kontak pada pukul 08.39 WIB, dalam penerbangan menuju helipad PT GAN di Desa Teluk Bakung, Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. Pada pukul 15.25 WIB di hari yang sama ditemukan serpihan ekor helikopter PK-CFX di wilayah hutan Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.

(dek/dhn)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |