Menteri Ara Ungkap Arahan Prabowo Ingin Natal Nasional 2025 Digelar Sederhana

1 day ago 45

Jakarta -

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman sekaligus Ketua Panitia Natal Nasional 2025, Maruarar Sirait, mengatakan perayaan kali ini dilakukan sederhana. Hal itu sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

"Saya mendapatkan arahan dari Bapak untuk menjalankan tiga hal penting. Nomor satu, sederhana. Kami berusaha untuk menterjemahkan," kata Ara saat menyampaikan laporan pelaksanaan perayaan Natal Nasional 2025 di Tenis Indoor, Senayan, Jakpus, Senin (5/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ara menjelaskan salah satu kesederhanaan yang diterjemahkan oleh panitia sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto adalah dengan memberikan makanan dari pelaku UMKM. Selain itu, perayaan Natal Nasional tahun ini tidak mengundang artis nasional, melainkan mengajak penyanyi-penyanyi gereja yang menjadi pengisi acara.

"Kami berusaha menerjemahkan sederhana, semua makanan, termasuk yang dihidangkan buat Bapak Presiden, buat Bapak Wakil Presiden, dan buat sahabat-sahabat para Menteri Kabinet Merah Putih, semuanya adalah makanan dari UMKM, Pak," ungkap Ara.

"Kemudian hari ini, Pak, tidak ada artis nasional. Tidak ada artis nasional, tapi kami siapkan yang tidak kalah hebatnya, Pak. Ada penyanyi-penyanyi, bisa ditampilkan, ada dari Papua, ada dari NTT. Penyanyi-penyanyi di gereja. Penyanyi dari Sumatera Utara. Mudah-mudahan, sesudah hari ini, mereka makin dikenal dan makin menyala, Pak. Supaya bisa berdampak. Jadi tidak ada artis nasional, malam ini, Pak," lanjutnya.

Selain itu, kata Ara, kesederhanaan lain yang ditunjukkan dalam perayaan Natal Nasional 2025 ini adalah pembuatan pohon Natal dari berbagai buah-buahan yang diperoleh dari berbagai daerah. Tak hanya itu, dalam Natal Nasional kali ini juga, Ara menyebut hanya mengundang 3.000 jemaat tamu kehormatan.

Adapun 3.000 tamu kehormatan tersebut terbagi atas 500 tamu dari koster gereja atau pengurus gereja, 500 guru sekolah minggu, 500 guru agama Kristen dan Katolik, 500 anak yatim piatu, 500 anak sekolah minggu serta 500 penyandang disabilitas.

"Inilah 3.000 tamu kehormatan kami yang terdiri dari koster gereja, anak yatim piatu, anak sekolah minggu, guru sekolah minggu, guru agama Kristen dan Katolik, dan juga saudara-saudara kita disabilitas," pungkasnya.

(dek/dek)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |