Jakarta -
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Rini Widyantini memberikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Menurutnya, pengelolaan arus mudik dan balik tahun ini bukan sekadar urusan teknis lalu lintas, melainkan potret nyata transformasi pelayanan publik yang adaptif dan responsif.
"Alhamdulillah, pelaksanaan mudik Lebaran dan Operasi Ketupat 2026 tahun ini berjalan relatif lancar, aman, dan terkendali, meskipun terjadi lonjakan mobilitas masyarakat yang sangat signifikan," kata Rini Widyantini kepada detikcom, Selasa (31/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Menteri PAN-RB Rini Widyantini saat melakukan peninjauan pelayanan di Stasiun Gambir, Jakarta, Jumat (13/3). (Dok istimewa).
Rini menilai sinergi lintas kementerian dan lembaga dalam mengawal mobilitas masyarakat yang melonjak signifikan tahun ini berjalan sangat efektif. Hal ini dibuktikan dengan data penurunan angka kecelakaan serta nihilnya kejadian menonjol di lapangan.
"Secara khusus, saya ingin mengapresiasi Polri atas penyelenggaraan Operasi Ketupat yang sangat terkoordinasi. Rekayasa lalu lintas seperti one way, contraflow, dan pengaturan berbasis situasi real-time terbukti efektif mengurai kepadatan," jelas Rini.
"Kehadiran petugas di titik-titik krusial juga meningkatkan rasa aman bagi masyarakat. Rekayasa lalu lintas tidak lagi sekadar teknis, tetapi sudah menjadi bagian dari pelayanan publik yang adaptif dan responsif," sambungnya.
Dari perspektif KemenPAN-RB, Rini menyoroti tiga poin utama keberhasilan tahun ini. Pertama, kehadiran negara yang dirasakan langsung oleh masyarakat melalui pelayanan yang cepat dan humanis di sepanjang jalur mudik.
"Dari perspektif KemenPAN-RB, ada tiga hal yang ingin saya sampaikan. Pertama, negara hadir secara nyata. Yang paling penting bukan hanya kelancaran lalu lintas, tetapi bagaimana masyarakat merasakan pelayanan publik yang hadir, cepat, dan humanis di sepanjang jalur mudik," katanya.
Kedua, adanya integrasi pelayanan yang solid antara Polri, Kemenhub, Pemda, sektor kesehatan, hingga BUMN. Menurutnya, pelayanan mudik kini sudah bergerak dari sifat sektoral menuju ekosistem pelayanan terpadu.
"Ketiga, pendekatan human-centered public service sudah dijalankan dengan baik. Petugas aktif menyapa dan membantu di rest area, serta menunjukkan respons cepat terhadap kondisi darurat. Ini mencerminkan orientasi pada pengalaman masyarakat," jelasnya.
MenPAN-RB secara khusus memuji penggunaan teknologi dan manajemen arus yang diterapkan Korlantas Polri. Baginya, skema one way, contraflow, hingga pengaturan berbasis situasi real-time adalah bentuk nyata dari pelayanan publik yang modern.
"Rekayasa lalu lintas tidak lagi sekadar teknis, tetapi sudah menjadi bagian dari pelayanan publik yang adaptif," tambah Rini.
Ke depan, KemenPAN-RB berkomitmen untuk terus mendorong penguatan integrasi data mudik nasional berbasis real-time. Rini menekankan pentingnya digitalisasi layanan agar informasi jalur, fasilitas rest area, hingga layanan kesehatan dapat terakses masyarakat dalam satu platform terpadu.
"KemenPAN-RB akan terus mendorong penguatan integrasi data mudik nasional berbasis real-time, kampanye keselamatan yang lebih masif mengingat faktor kelelahan masih dominan, serta digitalisasi layanan mudik agar informasi jalur, pelayanan rest area, dan pelayanan kesehatan semakin terintegrasi dalam satu platform yang mudah diakses masyarakat," jelas Rini.
"Keberhasilan Operasi Ketupat ke depan tidak hanya diukur dari kelancaran arus mudik, tetapi dari sejauh mana negara mampu menghadirkan pelayanan publik yang terintegrasi, prediktif, dan berorientasi pada keselamatan serta kenyamanan masyarakat," sambungnya.
Polri secara resmi mengakhiri Operasi Ketupat 2026 pada Rabu (25/3), dilanjutkan dengan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) hingga 29 Maret sesuai arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Polri mencatatkan keberhasilan dalam menekan angka laka lantas dan fatalitas di jalan raya dalam operasi kemanusiaan tahun ini.
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho sebelumnya menyampaikan, berdasarkan data aplikasi IRSMS Korlantas Polri, jumlah korban meninggal dunia (MD) selama periode mudik dan balik tahun ini mengalami penurunan signifikan yakni 104 orang atau sebesar 30,41 persen. Total kejadian kecelakaan lalu lintas secara nasional juga menunjukkan penurunan sebesar 5,31 persen atau berkurang 153 kejadian dibandingkan tahun lalu.
Selain itu, dalam Operasi Ketupat tahun ini juga tercatat nihil kecelakaan menonjol.
Keberhasilan Polri menekan angka fatalitas ini juga merupakan buah dari penerapan rekayasa lalu lintas yang terukur, seperti One Way Nasional hingga One Way Sepenggal Presisi. Selain itu, penggunaan teknologi modern seperti ETLE Patrol Presisi, Command Center Mobile, AI, hingga Body Cam turut mendukung pengambilan keputusan cepat di lapangan.
Sinergitas antar-stakeholder dan pelayanan humanis menjadi kunci utama keberhasilan Operasi Ketupat 2026 sesuai semangat 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia'.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas di lapangan yang bekerja keras mengamankan arus mudik dan balik 2026. Dia juga mengapresiasi sinergi dan kolaborasi seluruh stakeholder dalam mewujudkan mudik aman, nyaman sesuai tagline mudik 2026 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia'.
Simak Video 'Kakorlantas: Arus Mudik-Balik Lebaran 2026 Terkendali, Angka Kecelakaan Turun':
(hri/whn)
















































