Menhan RI Terima Kunjungan Menhan Sudan, Bahas Peluang Kerja Sama

3 hours ago 4

Jakarta -

Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan kenegaraan dari Menhan Sudan, H.E.Lt Gen Hassan Daoud Kabroun Kayan. Peluang kerja sama antarnegara turut dibahas dalam kunjungan tersebut.

Dari pantauan, Rabu (9/9/2026), Sjafrie menerima Kayan dalam upacara penyambutan. Setelah itu, pertemuan berlangsung tertutup. Karo Infohan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, kemudian mengajak Menhan Sudan untuk memberikan keterangan pers.

"Kehadiran kami sebagai Menteri Pertahanan Republik Sudan ke Indonesia, bertemu dengan Menteri Pertahanan Republik Indonesia adalah untuk menjalin kerja sama di berbagai bidang terkhusus di bidang pertahanan, karena kami melihat Indonesia adalah negara sahabat yang sudah sangat lama," ujar Menhan Sudan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pertemuan tersebut, peluang kerja sama yang dibicarakan khususnya di bidang pertahanan. Rico menyampaikan keinginan Sudan untuk mengikuti pendidikan pertahanan di Indonesia.

Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan dari Menhan Sudan, H.E.Lt Gen Hassan Daoud Kabroun KayanMenhan RI Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan dari Menhan Sudan, H.E.Lt Gen Hassan Daoud Kabroun Kayan (Shonya Nur Rohmatunnisya/detikcom)

"Salah satu hal yang menarik yang juga dibicarakan adalah peluang kerja sama di bidang pertahanan pangan. Sudan menyampaikan potensi yang mereka miliki berupa lahan pertanian yang luas dan subur serta sektor peternakan yang cukup besar. Potensi tersebut ditawarkan untuk dapat dijajaki bersama, khususnya Indonesia, dalam mendukung pertahanan pangan yang sedang kita lakukan," kata Rico.

Rico juga mengungkapkan adanya potensi hubungan ekonomi dan kerjasama yang lebih luas. Namun, seluruh peluang kerjasama tersebut perlu dikaji melalui mekanisme kementerian dan akan disusun dalam Defense Corporation Arrangement.

"Kedua pihak juga melihat adanya potensi hubungan ekonomi dan kerjasama yang lebih luas, dimana Sudan menyampaikan posisinya yang strategis dan kedekatannya dengan berbagai negara di Afrika sebagai peluang untuk memperluas hubungan Indonesia dengan kawasan tersebut. Namun, seluruh peluang kerjasama tersebut tentunya masih akan dibahas dan dikaji lebih lanjut melalui mekanisme dan kementerian/lembaga terkait, termasuk nanti akan disusun dalam bentuk Defense Cooperation Arrangement," tambahnya.

Selanjutnya, hasil pertemuan kedua menteri akan ditindaklanjuti secara teknis. Working group akan dilakukan untuk memetakan peluang secara konkret dan dilaksanakan sesuai dengan kepentingan nasional.

"Saat ini kedua negara juga belum memiliki dokumen formal untuk kerja sama pertahanan bilateral, sehingga aspek kelembagaan dan kerangka kerja samanya akan dibicarakan lebih lanjut. Indonesia tentunya terus mencermati perkembangan situasi keamanan dan kemanusiaan di Sudan," pungkasnya.

Simak juga Video 'Menhan Ungkap Suku Dayak Punya Privilege untuk Syarat Fisik Masuk TNI':

(yld/dhn)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |