Seorang pria membawa kabur sepeda motor pengemudi ojek dengan iming-iming bayaran Rp 300 ribu di wilayah Kramat Jati, Jakarta Timur (Jaktim). Pelaku mengaku sebagai Kepala Satuan (Kasat) Narkoba dari Polda Metro Jaya.
"Terduga pelaku minta diantar ke Polsek Makasar dan mengaku sebagai Kasat Narkoba Polda Metro Jaya sedang menangkap pelaku narkoba. Saat pelaku dijanjikan, pelaku akan membayar ongkos ojek kepada korban sebesar Rp 300 ribu," jelas Kanit Reskrim Polsek Kramat Jati AKP Fadoli, dilansir Antara, Senin (2/3/2026).
Peristiwa itu bermula saat korban bertemu terduga pelaku yang mengaku sebagai Kasat Narkoba dari Polda Metro Jaya dan sedang mengejar pelaku penyalahgunaan narkotika.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tergiur dengan ongkos yang cukup besar, korban kemudian bersedia mengantar pelaku," ujar Fadoli.
Setibanya di Polsek Makasar, pelaku kembali meminta korban melanjutkan perjalanan ke Gang Langgar, Kramat Jati, dengan alasan target penangkapan berada di lokasi tersebut. Korban pun kembali menuruti permintaan tersebut.
Sesampai di Jalan Langgar RT 004 RW 010, Kelurahan Kramat Jati, pelaku kembali melancarkan aksinya. Pelaku lantas meminjam sepeda motor korban dengan dalih akan menangkap tersangka narkoba dan membutuhkan kendaraan untuk bergerak cepat.
Tanpa menaruh curiga karena percaya pelaku adalah aparat dan tergiur bayaran Rp 300 ribu, korban langsung menyerahkan kendaraannya.
"Pelaku meminjam sepeda motor korban dengan alasan untuk dipakai menangkap pelaku narkoba, korban langsung menyerahkan motor kepada pelaku," ucap Fadoli.
Namun, setelah ditunggu beberapa waktu, pelaku tak kunjung kembali dan justru membawa kabur sepeda motor tersebut. Menyadari dirinya menjadi korban penipuan, korban segera melapor ke pihak kepolisian.
Polisi Buru Pelaku
Fadoli mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kepada orang yang mengaku sebagai anggota kepolisian tanpa menunjukkan identitas resmi. Polisi masih menyelidiki kasus dengan memeriksa rekaman CCTV hingga mengumpulkan keterangan saksi-saksi.
"Pelaku masih kami lakukan pencarian," kata Fadoli.
Dia menyebutkan pihaknya telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap keberadaan pria tersebut. Polisi menelusuri identitas pelaku yang mencatut nama pejabat kepolisian untuk melancarkan tindak kejahatannya itu.
"Saksi yang sudah diperiksa dua orang, sekuriti pom bensin," ucap Fadoli.
Motor Ojek Diambil
Motor tukang ojek dicuri setelah pergi dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan Makasar, Jaktim. Dugaan tindak kejahatan itu terjadi pada Jumat (27/2) sekitar pukul 21.30 WIB.
"Iya, benar kejadiannya di SPBU di sini. Pelaku datang ke SPBU, mengaku dari Kasat Narkoba Polda Metro Jaya untuk ngambil motor korban," kata sekuriti SPBU, Agus Sunarya (50).
Saat itu, seorang pria datang bersama korban dengan berboncengan sepeda motor. Agus lalu berkoordinasi dengan komandan dan RT setempat.
Namun, ketika Agus masih melakukan panggilan telepon untuk memastikan identitas pria tersebut, pelaku dan korban tiba-tiba meninggalkan lokasi. Setibanya di SPBU, pelaku berboncengan dengan korban yang diketahui berprofesi sebagai pengemudi ojek.
Korban baru kembali ke SPBU keesokan harinya, Sabtu (28/2), untuk menanyakan sosok pelaku ke sekuriti. Saat itu, korban mengaku telah dihipnotis dan sepeda motornya dibawa kabur.
Menurut penuturan korban kepada Agus, awalnya pelaku menyewa jasanya sebagai ojek dari depan Terminal Asrama Haji. Kasus ini viral di medsos. Terlihat dalam rekaman kamera pengawas (CCTV), terduga pelaku mengenakan pakaian serba hitam dan berkacamata.
Dalam keterangan akun tersebut, motor yang dibawa kabur merupakan Honda Beat tahun 2019 dengan nomor polisi B-5449-TBS. Setelah tersadar, korban berjalan kaki dari Jalan Langgar, Kramat Jati, hingga ke Polsek Makasar untuk melaporkan kejadian tersebut.
(jbr/dhn)
















































