Lebih dari 15 Ribu Siswa di Penjuru Negeri Rasakan Manfaat Sekolah Rakyat

19 hours ago 4

Jakarta -

Pemerintah melalui Kementerian Sosial RI (Kemensos) berupaya menyukseskan program Presiden RI Prabowo Subianto, Sekolah Rakyat. Sekolah ini bertujuan untuk menyediakan akses pendidikan berkualitas secara gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Program yang digagas pemerintah pada tahun ajaran 2025-2026 ini, menunjukkan hasil nyata dalam pemerataan pendidikan di Indonesia. Dikatakan Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul), hingga Desember 2025, sebanyak 166 sekolah rakyat telah mulai beroperasi secara bertahap sejak Juli hingga September.

"Semuanya telah dilengkapi dengan laptop siswa, laptop guru, smart board, dan juga seragam sekolah. Ada 15.945 siswa, 2.407 guru, dan 4.442 tenaga kependidikan," ujar Gus Ipul, dikutip dari laman Presiden RI, Sabtu (10/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara, pada November lalu, bencana banjir menghantam wilayah Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat Terkait Sekolah Rakyat yang terdampak bencana, Gus Ipul menyebut aktivitas belajar mengajar di sembilan sekolah rakyat dihentikan sementara.

"Kondisi sekolah sekarang dalam tahap pembersihan. Alhamdulillah tidak ada korban," ucap Gus Ipul.

Sebagaimana diketahui, program Sekolah Rakyat merupakan implementasi dari visi Asta Cita ke-4 yang mencakup pembicaraan tentang pendidikan dan kemajuan SDM. Oleh karenanya, perlu adanya edukasi dan deklarasi masif tentang pentingnya program yang dapat mewujudkan visi itu, yaitu Sekolah Rakyat.

Momentum peluncuran nasional Sekolah Rakyat akan digelar pada 12 Januari 2026 di Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru. Kegiatan ini mengusung tagline 'Cerdas Bersama, Tumbuh Setara' dan tema Peluncuran Sekolah Rakyat dengan tajuk khusus 'Obor Masa Depan Menantang Dunia'.

Dalam kegiatan ini, Prabowo dijadwalkan memimpin langsung peluncuran Sekolah Rakyat dan didampingi oleh Gus Ipul.

Prabowo bersama para Menteri Kabinet Merah Putih dan stakeholders terkait akan melakukan peninjauan bangunan dan fasilitas Sekolah Rakyat. Presiden juga direncanakan akan mengajar di Sekolah Rakyat.

Sejumlah pakar pendidikan juga akan terlibat dalam membahas arah dan urgensi program ini, antara lain Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI periode 2009-2014 Prof Dr Ir Muhammad Nuh, Sosiolog UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Dr Tantan Hermansah, serta Pakar Pendidikan Darmaningtyas.

Acara ini juga melibatkan siswa-siswi sekolah rakyat untuk menampilkan kemampuan di luar belajar mengajar seperti silat, berpidato Bahasa Inggris, Jepang, Arab dan Mandarin; paduan suara, tarian khas, dan juga memainkan alat musik khas Banjarbaru, Banjarmasin.

Seluruh informasi terkait Sekolah Rakyat tersedia di detikcom, termasuk melalui tagsite khusus sebagai sumber referensi resmi. Rangkaian peluncuran program ini juga dapat diikuti secara langsung melalui kanal detikcom.

(akn/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |