Jakarta -
Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI merencanakan peresmian Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Sekretaris BNPP RI Komjen Pol. Makhruzi Rahman mengatakan peresmian PLB Temajuk ditargetkan pada pertengahan 2026.
Peresmian itu menunggu penyelesaian pembangunan akses jalan menuju Temajuk yang masih dalam proses peningkatan.
"Rencana peresmian PLB Temajuk ditargetkan pada pertengahan 2026, menunggu penyelesaian pengerjaan jalan di Temajuk," ujar Komjen Pol. Makhruzi dalam keterangan tertulis, Kamis (5/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencana itu disampaikan Sekretaris Komjen Pol. Makhruzi Rahman saat meninjau langsung kawasan PLB Temajuk, Rabu (4/3). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas dan dukungan infrastruktur sebelum PLB Temajuk diresmikan dan beroperasi penuh.
Ia menjelaskan Balai Jalan Kementerian Pekerjaan Umum saat ini tengah melaksanakan peningkatan ruas jalan Teluk Atong-Temajuk sepanjang 1,3 kilometer. Penyelesaian akses jalan dinilai krusial agar mobilitas masyarakat, petugas, dan aktivitas logistik menuju kawasan PLB berjalan optimal.
Makhruzi menyebut secara fisik pembangunan PLB Temajuk telah rampung. Namun, masih ada pekerjaan penunjang yang perlu diselesaikan sebelum operasional, seperti penataan lingkungan kawasan pabean berupa pembangunan pagar, relokasi Pos Dalduk Satgas Pamtas, serta pembongkaran pos lama milik Bea Cukai.
"Kesiapan fasilitas pendukung tersebut menjadi bagian penting agar operasional PLB dapat berjalan tertib sesuai standar pelayanan lintas batas negara," ungkapnya.
Lebih lanjut, pembukaan kembali jalur perlintasan RI-Malaysia (Temajuk-Telok Melano) akan dilakukan setelah akses jalan selesai. Pengaktifan jalur itu merujuk pada kesepakatan Border Crossing Agreement (BCA) 2023 antara Indonesia dan Malaysia.
"Dengan dibukanya kembali jalur Temajuk-Telok Melano, diharapkan mobilitas masyarakat perbatasan menjadi lebih tertib dan terkelola melalui jalur resmi," terangnya.
Ia menambahkan, fasilitas pelayanan di PLB Temajuk telah disiapkan untuk mendukung operasional instansi terkait, mulai dari keimigrasian, kepabeanan, hingga kekarantinaan yang mencakup layanan kesehatan serta karantina hewan dan tumbuhan.
Dalam operasionalnya nanti, BNPP RI akan memfasilitasi mobilisasi personel lintas instansi sekaligus mengelola PLB Temajuk yang direncanakan sebagai PLBN dengan tipologi D. Makhruzi berharap kehadiran PLB Temajuk menjadi pintu resmi yang menghidupkan kembali aktivitas lintas batas Indonesia-Malaysia sekaligus memperkuat pengawasan wilayah perbatasan.
Selain meninjau PLB, Makhruzi juga mendorong Pemkab Sambas menyiapkan lahan untuk rencana pembangunan Universitas Pertahanan oleh Kementerian Pertahanan di wilayah Sambas. Kehadiran institusi pendidikan itu diharapkan memperkuat pembangunan SDM dan mendukung pengembangan kawasan perbatasan.
BNPP RI bersama Pemkab Sambas juga menggagas pengusulan Sambas sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Perbatasan sektor pariwisata. Usulan tersebut akan disiapkan melalui penyusunan regulasi dan dikoordinasikan dengan Kementerian ATR/BPN serta Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
(anl/ega)

















































