PUNCAK - Di tengah hiruk pikuk Pasar Sinak yang menjadi denyut nadi kehidupan warga, kehadiran Pos Sinak Pasar dari Satgas Yonif 142/Ksatria Jaya kembali menjadi mercusuar harapan. Sejak pagi, Rabu (20/11/2025), prajurit TNI dengan sigap membuka pintu pos mereka, menawarkan uluran tangan kesehatan tanpa biaya bagi masyarakat pedalaman Puncak yang membutuhkan.
Wajah-wajah warga dari berbagai kampung berderet rapi, sebagian menggendong buah hati yang merintih demam atau batuk, sebagian lagi datang memeriksakan diri dari infeksi ringan hingga keluhan kesehatan yang tak kunjung reda. Di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, di mana fasilitas kesehatan terbilang langka, pos ini menjelma menjadi tumpuan utama untuk pertolongan cepat dan tepat.
Setiap pengunjung disambut hangat, senyum tulus para prajurit menjadi penyejuk di tengah teriknya matahari. Pemeriksaan dilakukan dengan penuh ketelitian, mulai dari mengukur suhu tubuh, membersihkan luka, hingga meresepkan obat yang sesuai. Kehangatan interaksi ini tak hanya mengobati fisik, namun juga menentramkan jiwa.
Komandan Pos Sinak Pasar, Letda Inf Rendra Mahaputra, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan ini merupakan wujud nyata pengabdian TNI untuk masyarakat Papua. “Bagi kami, membantu masyarakat adalah kehormatan. Dalam kondisi apa pun, TNI harus hadir menjadi tumpuan dan penguat harapan rakyat, ” ujarnya penuh keyakinan.
Lebih dari sekadar pengobatan, para prajurit dengan sabar memberikan edukasi kesehatan sederhana. Mereka berbagi tips menjaga kebersihan diri, cara merawat luka agar tidak infeksi, serta langkah-langkah pencegahan penyakit yang kerap menyerang warga di wilayah pegunungan Papua.
Seorang warga bernama Bapak Yowan Murib, yang datang bersama anaknya yang demam, tak kuasa menahan haru. Dengan suara bergetar, ia mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam. “TNI tolong kami… terima kasih banyak. Di sini jauh dari puskesmas, jadi kami sangat bersyukur ada bantuan, ” tuturnya lirih, memancarkan kelegaan di wajahnya.
Bagi Yowan dan banyak warga lainnya, kehadiran Satgas Yonif 142/Ksatria Jaya bukan sekadar pos penjagaan semata, melainkan telah menjadi 'rumah kedua' yang selalu siap sedia memberikan pertolongan saat dibutuhkan.
Melalui program kesehatan yang berkelanjutan ini, Satgas Yonif 142/Ksatria Jaya kian merajut kedekatan dan kepercayaan dengan masyarakat Sinak. Kehadiran mereka tak hanya menjaga keamanan, namun juga meringankan beban warga yang hidup jauh dari jangkauan fasilitas medis.
“Satgas hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga melayani masyarakat. Kami ingin menjadi bagian dari solusi atas kesulitan warga, ” tambah Letda Rendra, menegaskan komitmennya.
Di tengah bentang alam pegunungan Papua yang menantang, pengabdian tanpa batas dari Satgas menjadi pelita bagi banyak keluarga. Melalui tindakan nyata yang menyentuh hati, para prajurit memastikan bahwa semangat merah putih terus berkibar, tidak hanya di puncak pos penjagaan, namun juga terpatri kuat di relung hati masyarakat pedalaman Papua.
(jurnalis)

















































