KP2MI dan MCA Bersinergi Dorong Pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia

3 hours ago 6

Jakarta -

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) terus melakukan transformasi kelembagaan untuk memperkuat tata kelola pelindungan dan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Salah satu upaya yang dilakukan oleh KP2MI adalah berkolaborasi dengan Malaysia Chinese Association (MCA) dalam program pemberdayaan untuk membuka peluang kerja bagi PMI di Malaysia secara menyeluruh.

Menteri P2MI, Mukhtarudin menjelaskan bahwa transformasi tersebut mencakup pemetaan peluang kerja luar negeri, penyiapan dan pelatihan calon PMI terampil, layanan penempatan dan pelindungan, pencegahan serta penindakan PMI non-prosedural, hingga pemberdayaan PMI, purna PMI, dan keluarganya.

Mukhtarudin mengatakan bahwa di Malaysia tercatat sebanyak 22.915 layanan penempatan PMI dengan mayoritas bekerja di sektor perkebunan. Namun, pada periode 1 Januari - 19 April 2026, pemerintah mendapatkan 22.915 pengaduan dan 3.768 pemulangan yang sebagian besar melibatkan PMI non-prosedural.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Melihat kondisi tersebut, terdapat potensi besar kolaborasi antara Kementerian P2MI dan MCA. MCA dapat berperan dalam mengidentifikasi peluang kerja dan kebutuhan keterampilan industri di Malaysia agar pelatihan di Indonesia lebih tepat sasaran. Selain itu, pembentukan task force bersama diharapkan dapat membantu penyelesaian sengketa antara PMI dan pemberi kerja," ujar Mukhtarudin saat melakukan pertemuan dengan Malaysia Chinese Association (MCA) di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Lebih lanjut, Mukhtarudin menerangkan bahwa kolaborasi bersama MCA ini juga mencakup program pemberdayaan PMI melalui pelatihan dan beasiswa kewirausahaan, serta fasilitasi pemasaran produk purna PMI ke Malaysia melalui jaringan MCA.

Program pemberdayaan tersebut sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan kapasitas calon PMI melalui pendidikan vokasi dan peningkatan keterampilan (upskilling) guna mengoptimalkan penempatan tenaga kerja terampil di luar negeri.

Kemudian, penempatan PMI di Malaysia juga akan didorong melalui melalui sistem resmi. Pertama, skema P to P, yaitu kerja sama antara Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dan agensi berizin di Malaysia.

Kedua, pengembangan skema G to P (Government to Private) untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil dalam skala besar.

KP2MI berharap MCA dapat menjadi mitra strategis sebagai jembatan edukasi bagi pengusaha di Malaysia agar merekrut PMI secara prosedural dan memenuhi hak-hak dasar ketenagakerjaan sesuai regulasi yang berlaku.

Sementara itu, Vice President MCA, Datuk Ir. Lawrence Low mengatakan bahwa hubungan kerja sama antara Malaysia dan Indonesia sudah terjalin dengan baik. Pertemuan dengan KP2MI kali ini telah menghasilkan kerja sama yang penting untuk meningkatkan keterampilan PMI.

"MCA sendiri memiliki dua universitas serta rumah sakit pendidikan. Dalam kerja sama ini, pekerja migran dari Indonesia dapat dikembangkan menjadi tenaga profesional maupun tenaga vokasi, khususnya untuk sektor kesehatan dan perkebunan kelapa sawit," ujar Lawrence.

Lawrence mengungkapkan bahwa Malaysia sangat membutuhkan tenaga kerja migran. Melalui kerja sama ini, Lawrence berharap pekerja migran dari Indonesia dapat mengisi kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor, khususnya bagi yang memiliki keterampilan vokasi dan profesional sehingga mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi kedua negara.

Dengan berbagai langkah strategis ini, pemerintah berupaya memastikan bahwa penempatan PMI tidak hanya meningkatkan kesejahteraan pekerja, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional secara berkelanjutan.

Tonton juga Video Detikcom Awards 2025 Mengapresiasi KP2MI Untuk Layanan Humanis untuk Pekerja Migran

(ega/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |