Kenakan Baju Adat Sasak, Mendes Hadiri HUT ke-68 Lombok Barat

6 hours ago 8

Jakarta -

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Lombok Barat di Bencingah Agung Kantor Bupati Lombok Barat, Jumat (17/4).

Dalam acara itu, Yandri tampil mengenakan baju adat Sasak. Ia memakai pegon atau jas lengan panjang berwarna biru tua, wastra berupa kain songket yang dililitkan hingga mata kaki, sapuk sebagai ikat kepala, wiron, serta keris yang menjadi simbol keberanian.

Yandri hadir mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan untuk memenuhi undangan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini. Peringatan HUT ke-68 Lombok Barat tahun ini mengusung tema 'Patju Begawean', yang dimaknai sebagai semangat kerja keras, kolaborasi, dan kebersamaan dalam membangun daerah. Tema itu diharapkan menjadi dorongan bagi seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan etos kerja menuju Lombok Barat yang maju, mandiri, dan berkeadilan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada rangkaian acara tersebut, pemerintah juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas kementerian dalam membangun desa dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

"Kita superteam, bukan Superman, jadi butuh kerja sama, butuh kolaborasi semua pihak. Semuanya nggak bisa kalau cuma Menteri Desa sendirian," ujar Yandri dalam keterangan tertulis, Jumat (17/4/2026).

Selain upacara, puncak peringatan HUT ke-68 Lombok Barat juga diisi sejumlah kegiatan lain. Di antaranya pameran potensi desa, peluncuran Program Sejahtera dari Desa, serta penyerahan penghargaan kepada desa-desa berprestasi.

DIPA Program Sejahtera dari Desa diserahkan secara simbolis kepada Desa Sesela di Kecamatan Gunungsari, Desa Sedau di Kecamatan Narmada, Desa Karang Bongkot di Kecamatan Labuapi, Desa Gapuk di Kecamatan Gerung, dan Desa Buwun Mas di Kecamatan Sekotong.

Sementara itu, penghargaan desa bebas putus sekolah diberikan kepada Desa Lembah Sari, Kecamatan Batulayar. Penghargaan desa bebas stunting diserahkan kepada Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, dan penghargaan desa bebas tuberkulosis diberikan kepada Desa Gegelang, Kecamatan Lingsar.

Pemberian apresiasi tersebut disebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah pusat dan daerah terhadap masyarakat desa. Harapannya, semakin banyak desa berprestasi, bukan hanya untuk meraih penghargaan, tetapi juga untuk mendorong peningkatan kualitas SDM.

Upaya itu, menurut pemerintah, membutuhkan sinergi dari berbagai pihak, termasuk Kemenko Bidang Pangan, Kemendes PDT, Kementerian Sosial, dan Kementerian Kesehatan. Sejumlah pimpinan kementerian terkait juga hadir dalam momentum tersebut.

Turut hadir dalam acara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus. Keduanya juga meninjau langsung pameran potensi desa. Acara tersebut disambut antusias oleh masyarakat dan keluarga besar Kabupaten Lombok Barat karena dinilai ikut menggerakkan roda ekonomi serta memperkenalkan produk-produk desa setempat lebih luas.

Tonton juga video "Yandri: Melupakan Desa Sama dengan Melupakan Koperasi, Sangat Bahaya"

(ega/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |