Jakarta -
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan tidak ada ruang bagi praktik premanisme dan pungutan liar (pungli) yang bisa mengganggu kegiatan usaha dan iklim investasi di Indonesia. Dia meminta para pengusaha segera melaporkan setiap gangguan keamanan.
Hal itu disampaikan Kapolri dalam Konsolidasi Akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Kawasan Industri MM2100, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (11/9/2026). Acara yang bertajuk 'Hubungan Industrial, Berkeadilan dan Kondusivitas Investasi' ini dihadiri sekitar 2.000 pekerja dari sekitar 1.200 perusahaan.
"Bagi pengusaha dan perusahaan yang masih menemukan aksi premanisme, pungli, maupun kejahatan lainnya, silakan dilaporkan. Saya minta kepolisian segera menindaklanjuti agar investor tidak ragu untuk masuk ke Indonesia," kata Jenderal Sigit di lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolri mengatakan, stabilitas keamanan merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan dunia usaha. Menurutnya, situasi kamtibmas yang terjaga akan memberikan rasa aman kepada pekerja, menjamin kelancaran operasional perusahaan, sekaligus memperkuat kepercayaan investor.
Dia menyebut Indonesia memiliki potensi besar sebagai tujuan investasi karena didukung kekayaan sumber daya alam, pasar domestik yang luas dan pengembangan hilirisasi di berbagai sektor strategis. Hal itu tercermin dari realisasi investasi nasional yang mencapai Rp 1.010,6 triliun hingga semester I tahun 2026.
Pada periode yang sama, Jawa Barat membukukan investasi sebesar Rp 138 triliun. Kabupaten Bekasi menjadi salah satu penopang utama capaian tersebut. Pada triwulan I tahun 2026, realisasi investasi di Kabupaten Bekasi mencapai Rp 31,7 triliun atau 41,29 persen dari total investasi Jawa Barat sebesar Rp 76,8 triliun.
Jenderal Sigit memastikan Polri akan terus hadir memberikan perlindungan dan kepastian hukum agar kegiatan industri dapat berjalan dengan aman serta berkelanjutan. Dia mengingatkan kondusivitas investasi bukan hanya berkaitan dengan keamanan, tapi perusahaan harus menaati regulasi, memenuhi hak-hak pekerja, serta membangun hubungan industrial yang adil dan harmonis.
"Polri ingin meyakinkan para pengusaha dan investor bahwa Indonesia merupakan tempat yang aman dan kondusif untuk berinvestasi. Polri akan terus memberikan jaminan keamanan agar kegiatan investasi dan dunia usaha dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan," ujarnya.
Menurut Kapolri, pekerja dan pengusaha merupakan dua unsur yang saling membutuhkan. Perusahaan memerlukan dukungan pekerja untuk menjaga kegiatan produksi, sedangkan pekerja membutuhkan perusahaan yang sehat dan terus berkembang sebagai sumber penghidupan.
Jenderal Sigit mendorong seluruh pihak mengedepankan komunikasi dan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan ketenagakerjaan. Dia berharap perbedaan kepentingan tidak boleh berkembang menjadi konflik yang merugikan pekerja, perusahaan, maupun perekonomian.
Kapolri mengajak semua pihak bersinergi menciptakan lingkungan industri yang aman, hubungan kerja yang berkeadilan, serta iklim investasi yang memberikan manfaat bagi seluruh pihak.
Simak juga Video 'Heboh Dugaan Pungli dan Pesta di Lapas Jakarta, Ditjen PAS Buka Suara':
(wnv/fas)


















































