Kakorlantas Tiadakan Tilang Manual Selama Operasi Ketupat 2026, Fokus Layani Masyarakat

5 hours ago 1

Jakarta -

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 akan mengedepankan pendekatan kemanusiaan dan pelayanan kepada masyarakat. Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, menyampaikan bahwa selama operasi berlangsung tidak akan ada tindakan tilang manual.

Hal tersebut disampaikannya usai memimpin Tactical Floor Game (TFG) persiapan Operasi Ketupat 2026 yang digelar di Gedung NTMC Polri, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2026). Penegakan hukum, kata Irjen Agus, hanya dilakukan melalui sistem tilang elektronik (electronic traffic law enforcement/e-TLE), itu pun difokuskan untuk pemantauan dan bahan evaluasi.

"Operasi Ketupat 2026 adalah operasi kemanusiaan. Bukan hanya operasi lalu lintas, bukan hanya mengamankan arus mudik dan balik, tetapi negara hadir untuk menjaga momentum sosial dan spiritual masyarakat," katanya, Selasa (3/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Operasi Ketupat tahun ini mengusung tagline 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia' sesuai arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Irjen Agus menekankan bahwa slogan tersebut bukan sekadar kata-kata, melainkan komitmen untuk memastikan seluruh rangkaian mudik dan arus balik Lebaran berjalan aman, selamat, tertib, dan lancar.

"Ini komitmen yang kami jaga setiap hari, yang kami amankan bukan hanya arus kendaraan, tetapi perjalanan keluarga," ujarnya.

Korlantas Polri Tactical Floor Operasi Ketupat 2026Korlantas Polri menggelar tactical floor Operasi Ketupat 2026 (Ondang/detikcom)

Dalam Operasi Ketupat 2026, Korlantas mengedepankan pemanfaatan teknologi berbasis data dan pemantauan secara real time. Parameter seperti radar lalu lintas, V-count (vehicle count), pemantauan e-TLE, hingga data dari NTMC dan Command Center di Km 29 akan digunakan untuk menentukan langkah cepat di lapangan.

"Keselamatan tidak terjadi kebetulan. Ia dirancang dan dikawal dengan sistem," tutur Irjen Agus.

Sistem e-TLE, lanjutnya, tetap dioperasikan selama Operasi Ketupat. Namun penegakan hukum hanya dilakukan melalui e-TLE statis maupun mobile, sementara e-TLE di jalan tol difokuskan untuk pemantauan, identifikasi, serta pengumpulan data sebagai bahan evaluasi.

"Selama Operasi Ketupat tidak dilakukan penegakan hukum secara manual. Kita mengedepankan pelayanan. e-TLE di tol hanya memantau dan mengidentifikasi," terangnya.

Turut hadir dalam kegiatan Tactical Floor Game hari ini, Waastama Ops Kapolri Irjen Laksana, Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono, Direktur Utama PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, Direktur Lalu Lintas Jalan Kementerian Perhubungan Rudi Irawan, Direktur Teknik PT ASDP Indonesia Ferry Nana Sutisna, hingga perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum.

Sebagai informasi, Operasi Ketupat 2026 akan digelar selama dua pekan, mulai dari tanggal 13 hingga 25 Maret 2026, dengan mengusung tema 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia'.

Lihat juga Video: Kakorlantas Cek Tol Jawa Barat Jelang Operasi Ketupat 2026

(hri/hri)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |