Intensitas Erupsi Anak Krakatau Menurun, Abu Vulkanik Jauhi Indonesia

3 hours ago 1
Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat penurunan intensitas aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Volume abu vulkanik dari Anak Krakatau juga terus menurun.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, awalnya menjelaskan pihaknya telah menjalankan pengujian paper test secara berkala di beberapa titik untuk melengkapi pemantauan citra satelit dan data meteorologi penerbangan. Hasilnya, delapan bandara yang sempat ditutup sudah dibuka lagi setelah paper test menunjukkan hasil negatif abu vulkanik.

"Hasil pengamatan paper test per pukul 06.00 WIB menyatakan bahwa delapan bandara yang sebelumnya ditutup operasionalnya dinyatakan negatif dari paparan abu vulkanik. BMKG tetap memantau pergerakan abu secara real-time agar seluruh penerbangan berjalan aman," kata Faisal seperti dikutip dari situs resmi BMKG, Selasa (8/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bandara yang kembali beroperasi itu ialah Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Husein Sastranegara, Bandara Budiarto Curug, Bandara Pondok Cabe, Bandara Taufiq Kiemas, Bandara Radin Inten II, serta Bandara Salakanagara Tanjung Lesung.

Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, mengatakan pihaknya juga memantau abu vulkanik secara umum berada pada ketinggian hingga 7.000 kaki (2,13 km). Dia mengatakan abu vulkanik kini bergerak ke arah selatan-barat daya mencakup sebagian Banten bagian barat laut, Samudra Hindia barat laut Banten. Abu vulkanik bergerak dengan kecepatan hingga 18,5 km/jam pada 8 September 2026 pukul 09.00 WIB.

"Pantauan cuaca di sekitar GAK (Gunung Anak Krakatau) dan perairan Selat Sunda cenderung cerah hingga cerah berawan dari pagi hingga malam hari," ujar Andri.

Berikutnya, Plh Deputi Bidang Geofisika BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengatakan pemantauan melalui 20 tsunami gauge dan HF Radar Array di Carita dan Tanjung Lesung tidak menunjukkan anomali gelombang muka air laut. BMKG menyatakan probabilitas terjadinya tsunami berada pada kategori rendah. BMKG memperkirakan tinggi gelombang untuk 7 hari ke depan di wilayah sekitar Selat Sunda berkisar antara 0,5-3 meter.

BMKG, yang mengacu pada informasi terbaru PVMBG pukul 07.49 WIB, teramati adanya erupsi baru di Anak Krakatau dengan amplitudo maksimum 48 mm dan durasi 19 detik yang masuk dalam kategori erupsi strombolian atau erupsi kecil. BMKG juga memantau gangguan geomagnetik dan sambaran petir akibat aktivitas Anak Krakatau melalui sensor magnet bumi dan lightning detector.

Hasilnya, BMKG mencatat adanya aktivitas gangguan geomagnetik kecil dan sambaran petir vulkanik mulai pukul 21.00 hingga pukul 23.00 WIB kemarin malam. Aktivitas itu menunjukkan penurunan intensitas dibandingkan hari-hari sebelumnya.

BMKG bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Perhubungan, dan pihak terkait juga melanjutkan operasi modifikasi cuaca (OMC) yang telah dilakukan sejak 7 September 2026. Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, menjelaskan tim OMC menerapkan metode penyemaian awan hujan serta penyemprotan watermist menggunakan dua unit pesawat Cessna Caravan dari Posko Bandara Pondok Cabe dan Halim Perdanakusuma.

"Hingga saat ini, OMC telah melaksanakan lima sorti penerbangan, 1 sorti menggunakan bahan semai powder NaCl, 1 sorti liquid CaCl2 dan 3 sorti menggunakan spraying/watermist. Operasi akan terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi atmosfer dan sebaran abu vulkanik, sehingga konsentrasi abu di udara diharapkan terus berkurang dan kondisi atmosfer berangsur lebih bersih," jelas Seto.

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada dan tenang terhadap dampak erupsi Anak Krakatau. Masyarakat di wilayah yang terpapar sebaran abu vulkanik diimbau memperhatikan kondisi kesehatan dengan membatasi aktivitas di luar rumah. Warga yang beraktivitas di luar rumah diimbau selalu mengenakan masker serta kacamata.

Saksikan Live DetikSore:

Simak juga Video 'Penerbangan Rute Ibu Kota Mulai Kembali Normal Usai Abu Vulkanik Menjauh':

(haf/imk)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |