Jakarta -
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, dilaporkan telah merambah hingga Km 19 ruas Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama. Pemkab Kobar mewaspadai pergerakan api mendekati kawasan Danau Masoraian yang menjadi salah satu habitat orang utan.
Bupati Kobar Nurhidayah mengatakan pemadaman dari udara menjadi kebutuhan mendesak. Pemda telah tiga kali mengirimkan surat permohonan bantuan helikopter water bombing.
"Yang paling sulit saat ini lokasinya berada di dalam dan sulit terjangkau armada pemadam. Jalan satu-satunya hanya pemadaman melalui udara," kata Nurhidayah saat memberikan arahan kepada Tim Satgas Karhutla di Posko Induk, seperti dilansir detikKalimatan, Selasa (8/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, kawasan sepanjang Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama menjadi salah satu fokus penanganan karena sebagian wilayahnya merupakan lahan gambut. Nurhidayah menegaskan upaya pemadaman harus dilakukan sebelum kobaran api memasuki kawasan konservasi Danau Masoraian.
"Jangan sampai karhutla masuk kawasan Danau Masoraian karena kawasan tersebut merupakan konservasi orang utan," tegasnya.
Nurhidayah meminta seluruh unsur yang tergabung dalam Satgas Karhutla memperkuat koordinasi. Penanganan di lapangan, menurutnya, membutuhkan sinergi pemerintah, aparat, relawan, serta masyarakat.
Selain efektivitas pemadaman, keselamatan personel menjadi perhatian. Nurhidayah meminta pola kerja di lapangan menerapkan sistem sif agar petugas tidak dipaksakan bekerja selama 24 jam tanpa jeda.
"Jangan sampai karena ingin memadamkan api, kesehatan dan keselamatan anggota justru terabaikan," ujarnya.
Baca selengkapnya di sini.
Lihat juga Video 'Puan soal Lahan Bekas Karhutla Jadi Kebun Sawit: Segera Ditindak!':
(lir/idh)


















































