Jakarta -
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) menerima kunjungan Pimpinan Forum Lintas Ormas (FLO) yang dipimpin Ketua Umum Juaini Yusuf di ruang kerjanya, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, HNW menekankan pentingnya peran organisasi masyarakat (ormas) dalam menjaga kerukunan di Jakarta sebagai kota besar, barometer nasional, sekaligus kota yang telah dicanangkan sebagai kota global.
Ia berharap Jakarta dan Indonesia secara umum, tetap aman dan harmonis di tengah konflik global, termasuk yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, konflik global seperti perang yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang berpotensi merusak harmoni antarbangsa harus menjadi pelajaran bagi Indonesia, khususnya Jakarta, untuk terus memperkuat persatuan di dalam negeri.
HNW juga mengungkapkan dirinya sempat menyampaikan gagasan dalam rapat Komisi VIII DPR RI agar ibadah haji, yang melibatkan masyarakat global dan akan segera berlangsung, dapat dimanfaatkan sebagai instrumen diplomasi untuk mendorong perdamaian dunia.
"Harusnya Indonesia sesuai amanat Konstitusi, dapat menjadikan haji ini sebagai diplomasi untuk hadirkan perdamaian dan menghentikan perang. Sampaikan kepada pihak-pihak yang berperang, berhentilah perang, hormati hak asasi masyarakat global unt laksanakan agama, dengan orang Islam melaksanakan ibadah haji ke Mekah," ujar HNW, dalam keterangan tertulis, Selasa (31/3/2026).
Ia menjelaskan ibadah haji melibatkan umat Muslim dari berbagai negara, termasuk yang tengah berkonflik. Oleh karena itu, momentum tersebut dinilai strategis untuk mendorong perdamaian dan penghentian konflik.
"Kalau mereka berhenti perang karena alasan haji, dan karenanya merasakan perdamaian yang berkah, mudah-mudahan setelah itu tidak perang lagi," katanya.
Ia menambahkan upaya menjaga perdamaian global sejalan dengan kepentingan nasional, terutama dalam menciptakan kondisi yang kondusif bagi masyarakat Jakarta dan Indonesia secara luas.
Jakarta sebagai Miniatur Keberagaman
Lebih lanjut, HNW menilai Jakarta sejak lama dikenal sebagai kota yang hidup dalam keberagaman. Hal ini tercermin dari berbagai komunitas berbasis daerah yang bahkan menjadi identitas wilayah, seperti Kampung Ambon, Kampung Jawa, Kampung Makassar, hingga Kampung Bali.
Menurutnya, keberagaman tersebut harus terus dijaga oleh semua pihak, termasuk organisasi kemasyarakatan (ormas), sebagai kekuatan sosial.
"Fitrah kita sebagai warga Jakarta itu memang toleran dan guyub. Dengan semangat Idul Fitri, kita ingin mengembalikan fitrah Jakarta itu yakni semangat kebersamaan," ujarnya.
Ia pun mengapresiasi peran ormas sebagai wadah penting dalam memperkuat persaudaraan dan persatuan di tengah keberagaman. HNW menegaskan, keberagaman ormas-baik berbasis agama, budaya, profesi, maupun kepemudaan-merupakan potensi besar untuk membangun kolaborasi bagi kepentingan masyarakat Jakarta dan Indonesia.
Ia juga mendorong agar Forum Lintas Ormas tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial, tetapi turut berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan di masyarakat.
Menurutnya, ormas perlu memetakan persoalan riil di Jakarta, seperti narkoba, tawuran, judi online, pinjaman online, terorisme, radikalisme, serta kejahatan sosial lainnya.
"Perlu dipetakan masalah di Jakarta itu apa yang paling dominan, sehingga setiap ormas bisa memberikan kontribusi yang efektif dan terukur," katanya.
HNW juga menekankan pentingnya memanfaatkan momentum hari besar nasional dan keagamaan, seperti Idul Fitri, Hari Kartini, Hari Pendidikan Nasional, Hari Kebangkitan Nasional, Hari Olahraga Nasional, dan Hari Bela Negara, untuk memperkuat solidaritas antarormas.
"Dengan keragaman ratusan ormas, jika fokus pada isu-isu spesifik, maka perannya akan besar dalam menjadikan Jakarta lebih baik," ujarnya.
Ia berharap sinergi antara ormas dan pemerintah terus ditingkatkan, sehingga Jakarta tidak hanya menjadi kota yang aman dan tertib, tetapi juga menjadi contoh kerukunan dan gotong royong bagi daerah lain di Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum FLO, Juaini Yusuf, mengundang HNW untuk menghadiri acara halal bihalal yang dijadwalkan berlangsung pada 18 April 2026 di Jakarta Barat.
Ia menyebut kegiatan tersebut bertujuan memperkuat soliditas antarormas sekaligus membangun sinergi dengan pemerintah.
"Harapannya Pak Kiai (HNW) bisa hadir sebagai Dewan Pembina, untuk menyemangati teman-teman ormas yang sekarang mulai guyub," ujar Juaini.
Juaini menyampaikan, FLO saat ini menghimpun berbagai organisasi dari beragam latar belakang. Kepanitiaan halal bihalal juga melibatkan perwakilan ormas, dengan target sekitar 300 peserta.
(akd/ega)

















































