Jakarta -
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mencetak 1.000 Al-Qur'an khusus dalam rangka menyambut peringatan 500 tahun atau lima abad Jakarta. Al-Qur'an tersebut disiapkan sebagai bagian dari rangkaian program khataman dan tadarusan yang akan digelar menjelang hari jadi Jakarta.
Hal itu disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai melepas 65 wisudawan Pendidikan Kader Mubaligh (PKM) angkatan ke-32 dan menerima 75 mahasiswa baru angkatan ke-33 di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (17/7/2026).
"Dalam rangka menyambut 5 abad Jakarta, 500 tahun, kami akan membuat, mencetak Al-Qur'an yang khas untuk 1.000 Al-Qur'an," kata Pramono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pramono menjelaskan, dari total 1.000 Al-Qur'an tersebut, sebanyak 500 akan digunakan untuk program khataman Al-Qur'an dan 500 lainnya untuk program tadarusan.
"500 untuk khataman Al-Qur'an. Nanti siapa pun yang ingin melakukan khataman itu dibuatkan tempat khusus untuk ditandatangani dan sebagainya, dan saya termasuk salah satu yang ingin ikut. Dan juga tadarusan. Jadi 500 khataman, 500 tadarusan," ujarnya.
Menurut Pramono, setiap peserta yang mengikuti khataman nantinya akan diberikan ruang untuk membubuhkan tanda tangan sebagai bagian dari dokumentasi peringatan 500 tahun Jakarta.
Ia mengatakan jumlah 500 dipilih sebagai simbol usia Jakarta yang akan memasuki lima abad. Namun, ia membuka kemungkinan jumlah peserta nantinya akan melebihi target tersebut.
"Bahwa kemudian akhirnya itu lebih dari 500, pasti akan lebih dari 500, menurut saya tidak apa-apa. Tapi yang penting simbol 500 itu adalah simbol ulang tahun Jakarta," ucapnya.
Pramono memastikan seluruh program tersebut akan dibiayai oleh Pemprov DKI Jakarta. "Anggarannya pasti dari Pemerintah DKI Jakarta dan itu kan tidak terlalu banyak," lanjutnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pramono juga melepas 65 lulusan Pendidikan Kader Mubaligh angkatan ke-32. Ia memastikan para lulusan akan diberikan ruang untuk berdakwah di masjid-masjid milik Pemprov DKI Jakarta maupun masjid yang bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI).
"Kita kasih ruang agar mereka bisa berkiprah di masjid-masjid yang dimiliki oleh Pemerintah DKI Jakarta maupun bekerja sama dengan DMI. Karena saya meyakini hal itu akan memberikan kesempatan bagi mereka untuk berperan serta seluas-luasnya," imbuhnya.
(bel/idn)


















































