Hari Terakhir COP30, RI Harap Ada Keputusan Konkret Atasi Krisis Iklim

1 week ago 14

Belem -

Konferensi Perubahan Iklim ke-30 (COP30) Brasil memasuki hari terakhir. Indonesia berharap COP30 menghasilkan keputusan-keputusan yang menjadi landasan dalam penanganan perubahan iklim.

"Kita punya semangat bersama bahwa COP30 itu harus menghasilkan sesuatu atau keputusan-keputusan yang akan memberikan landasan bagi pelaksanaan, baik dari itu COP secara umum, baik Paris Agreement melalui CMA-nya maupun kemudian pelaksanaan dari kesepakatan di Kyoto Protokol (CMP)," kata Deputi Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon, Ary Sudijanto di sela COP30, Jumat (21/11).

Di hari terakhir, COP30 sedianya tanggal menyisakan agenda ketok palu keputusan terkait penanganan krisis iklim. Namun, proses negosiasi masih berlangsung karena masih ada pihak-pihak yang punya catatan terhadap teks yang diusulkan menjadi keputusan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Contohnya, Indonesia memberi catatan terkait gender. Di dalam COP30, gender dimasukkan dalam definisi gender progresif. Artinya, gender bukan sekadar laki-laki dan perempuan, tapi lebih luas daripada itu.

"Nah, itu kan termasuk red line bagi Indonesia. Sehingga Indonesia dengan beberapa negara lain punya potensi bahwa itu tidak bisa diterima atau setidaknya ada catatan bahwa itu dilakukan berdasarkan kondisi negara masing-masing," tambah Ary.

"Itu kita perjuangkan dan kemarin kita sudah bertemu dengan tim Presidensi untuk menyampaikan konsen kita, dan alhamdulillah pihak Presidensi Brasil mencoba untuk mengakomodasi dan memasukkan beberapa usulan dari Indonesia, walaupun tidak semua kemudian diterima," imbuhnya.

Selain itu, masih ada agenda-agenda lain yang terus diupayakan oleh tim Presidensi Brasil. Ada yang sudah di tahap kesimpulan, ada juga yang rancangan teks keputusannya sudah bersih dan tinggal diputuskan dalam forum pengambilan keputusan.

"Namun juga ada beberapa yang terus dibahas, jadi ada yang sifatnya conclude tetapi draft teksnya belum bersih, masih ada beberapa bracket yang kemudian diangkat pembahasannya dari sebelumnya di Subsidiary Body ke proses mengambil keputusan, baik itu di CMP, CMA maupun COP," ujar Ary.

(ygs/ygs)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |