Jakarta -
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengatakan pihaknya terus melakukan repatriasi fosil-fosil prasejarah yang berada di luar negeri. Salah satu puncak terbesarnya, katanya, adalah pemulangan Manusia Jawa Purba ke Indonesia yang sudah 136 tahun berada di Belanda.
Hal tersebut disampaikan Fadli Zon dalam wawancara eksklusif Program Blak-blakan detikcom dilihat Senin (7/9/2026). Fadli Zon mengatakan fosil Manusia Jawa Purba itu merupakan koleksi Eugene Duboa.
"Sebenarnya perjuangan sudah panjang dari awal kemerdekaan kita sudah melakukan. Moh Yamin dari awal. Nah, tapi kemarin salah satu puncak yang cukup besar itu adalah pengembalian atau repatriasi dari koleksi Eugene Duboa yaitu Manusia Jawa Purba," kata Fadli Zon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fadli Zon menerangkan Manusia Jawa Purba itu berumur 500 sampai 700 ribu tahun. Fosil manusia Jawa Purba menjadi ikon internasional karena temuan pertama dari Pithecanthropus Erectus.
"Itu manusia Jawa purba yang umurnya 500 sampai 700.000 tahun itu menjadi satu ikon internasional karena itulah temuan pertama dari Pithecanthropus Erectus atau Homo Erectus, 136 tahun yang lalu kira-kira," ujarnya.
Fadli Zon menerangkan total yang sudah terdata saat ini ada 28.131 koleksi fosil. Repatriasi ini, katanya, menjadi bagian dari keadilan budaya untuk fosil-fosil yang diambil secara tidak sah.
"Ini oleh Duboa dibawa bersama puluhan ribu koleksi. Jadi total yang sudah terdata itu 28.131 koleksi fosil. Ini akan kita kembalikan. Nah karena menurut saya ini bagian dari cultural justice ya, keadilan budaya. Karena mereka mengambilnya secara tidak sah gitu dalam konteks kolonial. Dan masih banyak hal yang seperti ini. Misalnya Prasasti Sangguran ya, kemudian yang dibawa oleh keluarga Lord Minto di Skotlandia, dan juga masih banyak yang bercecer lain," ujarnya.
Fadli Zon menyebut pihaknya tidak masalah bila fosil-fosil itu diambil secara sah. Akan tetapi, kata dia, pihaknya akan melakukan keadilan budaya jika fosil itu merupakan rampasan tidak sah.
"Tapi kita juga kalau yang dia dapatkan secara legitimate, itu tidak ada masalah ya, bahkan kalau perlu kita menyumbang kalau itu secara legitimate, tapi yang illegitimate termasuk terutama rampasan-rampasan dari perang-perang dalam Perang Diponegoro, termasuk ada kerisnya Diponegoro," tuturnya.
Fadli Zon mengungkap sinyal sebentar lagi akan ada repatriasi dari barang-barang prasejarah yang diambil secara tidak sah. Dia menyebut barang-barang yang sudah berhasil dipulangkan kini dipamerkan di Museum Nasional.
"Teuku umar senjatanya Al Quran nya sebentar lagi kembali. Kita terus menerus repatriasi itu yang Belanda. Kita terus berusaha sekarang ini dengan Jerman, tapi memang mereka belum, ya. Dengan Inggris juga masih belum," ujarnya.
"Nah, sementara kumpul semuanya di Museum Nasional. Kita pamerkan di Museum Nasional," imbuhnya.
(whn/imk)


















































