Jakarta -
Garda Revolusi Iran (IRGC) meluncurkan 10 drone ke pangkalan AS yang berada di Kuwait sebagai serangan balasan. Duta Besar Indonesia untuk Kuwait, Lena Maryana Mukti, mengungkap pihaknya sempat mendengar bunyi ledakan keras di sekitar Wisma Duta di kawasan Mishref, Kuwait.
"Ledakan sekitar pukul 02.25 terdengar cukup keras dari Wisma Duta di kawasan Mishref, Kuwait. Kami belum mendapat info terkait kejadian ini," kata Lena saat dihubungi, Selasa (3/3/2026).
Setelah terdengar bunyi ledakan keras, ia langsung berkomunikasi dengan WNI di sejumlah wilayah melalui sejumlah aplikasi pesan. Lena mengungkap kondisi WNI tetap tenang, tidak panik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya langsung komunikasi dengan beberapa WNI yang tersebar di beberapa wilayah melalui WAG. Alhamdulillah mereka tetap tenang. Tidak ada laporan kepanikan dari WNI," katanya.
Saat ini Kedubes RI di Kuwait belum menetapkan Siaga 1. Pihaknya juga belum mengevakuasi WNI karena belum ada penetapan dari pemerintah Kuwait tentang keadaan darurat (state of emergency). Namun, jika ada WNI yang ingin keluar dari Kuwait, KBRI Kuwait akan memfasilitasinya.
"Meskipun begitu, bila ada WNI yang ingin keluar dari Kuwait, KBRI Kuwait City siap memfasilitasi. Kami sudah berkoordinasi dengan KBRI Ryadh. Karena evakuasi yang dimungkinkan adalah melalui jalan darat ke Saudi, mengingat bandara Kuwait masih belum beroperasi. Bandara di Riyadh dan Jeddah masih tetap beroperasi sehingga dimungkinkan untuk terbang ke Tanah Air setelah masuk KSA," katanya.
Sementara itu, kondisi kantor KBRI Kuwait City yang berada di kawasan Daiya tetap aman. Aktivitas perkantoran masih berjalan seperti biasa.
"Alhamdulillah kantor KBRI Kuwait City yang berada di kawasan Daiya aman. Aktivitas perkantoran masih berjalan, terutama pelayanan kekonsuleran. Sisanya WFH mengikuti arahan tetap tinggal di kediaman masing-masing," katanya.
Serangan Iran Hantam Pangkalan Militer AS di Kuwait
Sebelumnya, Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan telah mengirim 'gelombang serangan baru' ke Pangkalan Arifjan. Pangkalan itu disebut menampung pasukan Amerika Serikat (AS) di Kuwait.
Dilansir Aljazeera, Selasa (3/3/2026), Garda Revolusi Iran mengatakan pihaknya menyerang pangkalan itu dengan 10 drone. Mereka mengklaim drone tersebut berhasil mengenai sasarannya.
Saat ini, belum ada komentar dari pihak Kuwait dan AS terkait serangan ini.
Lihat juga Video Jet Tempur F-15 AS Jatuh di Kuwait gegara Salah Sasaran
(yld/zap)

















































