Jakarta -
Teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, sempat membuat geger orang tua murid saat hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Seorang orang tua murid, Lilis, mengatakan sempat panik dan deg-degan saat tahu teror tersebut.
"Wah, takut banget sih, takut banget. Karena bener-bener tuh anak baru sekolah hari pertama ada ancaman seperti itu, itu ya deg-degan juga, gemetar juga ya. Pengen buru-buru pulang tapi ya kita kan mengikuti yang ada, misal disuruh tidak panik, menunggu sampai instruksi selanjutnya, kita ikuti," kata Lilis saat ditemui di lokasi, Selasa (14/7/2026).
Awalnya, Lilis belum menyadari adanya ancaman bom tersebut. Kemudian dia melihat ada polisi datang ke sekolah yang awalnya dikira akan ada penyuluhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi ada yang dari apa sih namanya, ibu-ibu biasalah ibu-ibu dengar-dengar, 'Oh ada kejadian itu (teror bom), ada ini.' Oh, kita langsung paniklah dari situ," ungkap dia.
Kepanikan itu kemudian buru-buru diantisipasi pihak sekolah dan kepolisian. Mereka meminta para orang tua tetap tenang.
"Cuma kan dari pihak sekolah juga mengisyaratkan untuk tetap tenang, jangan panik, karena kan takutnya anak-anak juga takutnya gimana. Jadi kita tetap tenang mengikuti prosedur, kita tunggu sampai pulang dengan apa sih namanya, tertib, tidak ada yang rusuh-rusuh gitu," katanya.
Lilis mengatakan ulah tersangka sangat merugikan. Menurutnya, alasan tersangka bercanda soal teror bom bukan suatu hal yang remeh.
"Aduh, bercanda, itu bukan bercanda sih, itu udah bikin panik udah namanya udah nggak bukan bercanda lagi kalau kata saya sih. Kalau bercanda bukan seperti itu gitu. Karena mengancam kan, anak-anak dan orang tua, semua guru yang ada di sini," ucapnya.
Pelaku Ditangkap
Polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan terkait ancaman teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pelaku pria berinisial MY (34) sudah ditangkap.
"Untuk pelaku satu orang inisial MY yang beralamat di sekitar lokasi kejadian sekolah sudah diamankan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.
Sementara itu, Kanit Krimum Satreskrim Polres Metro Jaksel Ipda Alpino De Tech mengatakan pelaku berinisial MY ditangkap kurang dari 24 jam, tepatnya pada pukul 12.20 WIB siang tadi di Gang Kidan, Kampung Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jaksel. Pelaku ditangkap di rumahnya yang tak jauh dari sekolah.
Polisi mengungkapkan fakta lain terkait sosok MY. Ternyata MY adalah orang tua salah satu siswa di sekolah tersebut.
"Setelah pelaku diamankan, ternyata anaknya pelaku juga bersekolah di sekolah tersebut," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannudin kepada wartawan, Senin (13/7).
Iman mengatakan pelaku sempat menjemput anaknya setelah mengirimkan pesan tersebut. Sebagaimana diketahui, para siswa di SDN itu dibubarkan dan diminta pulang setelah adanya teror bom.
"Tadi pagi yang bersangkutan sempat juga menjemput anaknya dari sekolah pada saat diberitahukan ada teror terkait dengan ancaman bom tersebut," imbuhnya.
(tsy/eva)


















































