Pemkot Depok Akan Revitalisasi Angkot Tak Layak, Awasi yang Lintas Wilayah

5 hours ago 2
Kota Depok -

Kondisi angkutan perkotaan (angkot) di Depok, Jawa Barat (Jabar), ringsek hingga tanpa pelat nomor dikeluhkan penumpang. Dinas Perhubungan (Dishub) Depok akan merevitalisasi kondisi angkot secara bertahap.

"Pemerintah Kota Depok sedang berupaya secara perlahan tetapi pasti dalam memperbaiki kondisi angkutan perkotaan di Kota Depok," ujar Kasi Angkutan Dalam Kota Dishub Depok Mathaeous Ericson Siahaan saat dihubungi detikcom, Selasa (14/7/2026).

Eric menjelaskan upaya itu dimulai dengan menghadirkan segera angkutan listrik rute Terminal Depok-Terminal Jatijajar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dimulai dengan menghadirkan angkutan berbasis listrik di jalur Terminal Depok-Terminal Jatijajar via GDC yang akan dihadirkan segera," ungkapnya.

Eric menjelaskan angkot D05, D04, dan D41 dengan kondisi tak layak itu merupakan angkot lintas wilayah. Dalam hal ini Dishub Depok memiliki tugas sebagai pengawas.

Kondisi angkot di Depok ringsek hingga tanpa pelat nomor dikeluhkan penumpang. Dishub Depok akan merevitalisasi kondisi angkot secara bertahap. (Devi/detikcom)Kondisi angkot di Depok ringsek hingga tanpa pelat nomor dikeluhkan penumpang. Dishub Depok akan merevitalisasi kondisi angkot secara bertahap. (Devi/detikcom)

"D05 di bawah naungan koperasi yang berdomisili di Depok dan Kabupaten Bogor. D41 di bawah naungan koperasi di DKI dan koperasi di Kabupaten Bogor. D04 di bawah naungan koperasi di DKI Jakarta," ucapnya.

"Angkot D05, D04 dan D41 merupakan angkutan perkotaan lintas batas. Di mana Kota Depok hanya sebagai lintasan dan kami dari Dinas Perhubungan memiliki tugas sebagai pengawasan," tambahnya.

Eric menjelaskan dalam waktu dekat, Dishub Depok akan berkoordinasi dengan Dishub DKI dan Dishub Kabupaten Bogor untuk melakukan pengawasan terhadap angkot-angkot tersebut sesuai aturan yang berlaku.

"Dalam waktu dekat pastinya kami akan berkoordinasi dengan Dishub DKI Jakarta serta Dishub Kabupaten Bogor untuk melakukan pengawasan lapangan. Sesuai dengan standar pelayanan minimal yang sudah ditetapkan sesuai aturan yang berlaku," tutupnya.

detikcom menyusuri Jalan Margonda Raya hingga Citayam, Depok, Jabar, pada Selasa (14/7). Tampak angkot 04 rute Depok Timur-Pasar Minggu dalam kondisi tanpa bumper belakang.

Pelat nomor angkot juga telah mati. Kemudian, tampak lagi angkot 05 rute Terminal Depok-Citayam-Bojonggede.

Kondisi angkot 05 rata-rata memprihatinkan. Warna atap angkot luntur hingga berkarat. Beberapa angkot juga tak memiliki pelat nomor kendaraan.

Tampak beberapa angkot juga tak memiliki jendela maupun pintu. Knalpot angkot juga menimbulkan asap yang tak sedap. Namun angkot tersebut masih melayani penumpang.

Dikeluhkan Penumpang

Salah seorang penumpang, Rifki (30), menilai kondisi angkot di Kota Depok sudah tak layak. Dia mengatakan kondisi depan angkot juga sudah mengkhawatirkan.

"Ya, kalau kondisi sekarang ya, sebagai penumpang angkot sih pun kadang-kadang kondisinya udah nggak layak. Soalnya banyak angkot yang memang secara bodi depannya aja udah mengkhawatirkan gitu. Bahkan bumper belakangnya udah nggak ada," ujar Rifki kepada detikcom, Selasa (14/7).

Rifki mengatakan, karena kondisi ini, ia menjadi takut untuk naik angkot. Dia khawatir kondisi angkot mengakibatkan kecelakaan.

"Dari depannya aja udah mengkhawatirkan, apalagi mesinnya gitu. Saya sebagai penumpang takutnya nanti timbul kecelakaan, atau remnya blong mungkin, seperti itu sih," tuturnya.

Rifki berharap angkot tak layak dapat ditertibkan Pemkot Depok. Serta adanya solusi untuk membuat sistem lebih baik agar angkot tetap beroperasi dengan keadaan lebih baik.

"Ya harapannya Pemkot Depok menertibkan tapi juga ngasih solusi, gitu. Artinya gini, silakan ditertibkan angkot-angkot yang udah jelek itu, tapi kasih solusi mungkin apa sih? Mau jadi sistem TransDepok-kah atau seperti apa gitu," ungkapnya.

"Tetap mereka harus bekerja dong, gitu kan? Tapi angkotnya gimana caranya biar penumpang-penumpang juga nyaman, pengusaha angkot juga tetap bisa jalan, itu aja," tambahnya.

Warga lainnya, Dewi (61), mengatakan rata-rata kondisi angkot di Kota Depok buruk.

"Iya, kondisi angkot rata-rata jelek. Ada beberapa yang bagus, tapi rata-rata jelek," ujar Dewi.

Dewi berharap angkot di Depok bisa lebih canggih dan tertib. Dia ingin angkot Depok seperti JakLingko untuk menghindari ongkos lebih yang diminta sopir angkot.

"Maunya sih bagus, terus harganya murah. Kalau bisa yang seperti kereta itu loh. Yang ini... yang langganan itu pakai kartu (JakLingko). Kalau itu kan ini kan apa namanya, biar tertib kan? Jadi nggak itu, kadang-kadang kan ada oknum yang minta sama lebih," tambahnya.

Lihat juga Video 'Viral Angkot Bawa Siswa Terbalik di Sumedang, Sopir Malah 'Kesurupan'':

(dvp/jbr)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |