Pemalang -
KPK menangkap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dalam operasi tangkap tangan (OTT). Bupati Anom menjadi bupati kelima yang kena OTT KPK di Jawa Tengah (Jateng) setahun ini.
Penangkapan Bupati Pemalang ini dibenarkan Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto. KPK belum memerinci siapa saja pihak yang diamankan.
"Benar," kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto kepada wartawan, Rabu (29/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KPK juga belum memerinci kasus yang menjerat Anom. Para pihak yang diamankan saat ini berstatus terperiksa. KPK pun memiliki waktu 1x24 jam untuk mengumumkan status para pihak yang kena OTT.
Dari catatan, seperti dilansir detikJateng, Anom menjadi kepala daerah kelima di Jateng yang terjerat OTT KPK sepanjang 2026. Sebelumnya KPK telah melakukan OTT terhadap empat kepala daerah lain di Jawa Tengah, yakni:
1. Bupati Pati Sudewo
Kasus pertama menjerat Bupati Pati Sudewo pada Januari 2026. Dalam operasi tersebut, KPK mengusut dugaan suap proyek dan praktik jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati. Setelah menjalani pemeriksaan, Sudewo ditetapkan sebagai tersangka.
2. Bupati Pekalongan Fadia Arafiq
Selanjutnya, pada awal Maret 2026, KPK menggelar OTT terhadap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq. Perkara yang diusut terkait dengan kasus suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Fadia kemudian ditetapkan sebagai tersangka.
3. Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rahman
Pada bulan yang sama, tepatnya pertengahan Maret 2026, KPK kembali menggelar OTT di Kabupaten Cilacap. Operasi itu menjerat Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman. Perkara tersebut berkaitan dengan dugaan pemerasan terhadap organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap.
4. Bupati Sukoharjo Etik Suryani
Awal bulan ini KPK melakukan OTT di sekitar Solo Raya. Salah satu yang terjaring OTT KPK adalah Bupati Etik Suryani yang ditangkap pada Kamis (9/7) malam. Perkara yang menjerat Etik terkait dengan pemerasan terhadap bawahannya.
Baca selengkapnya di sini
Lihat juga Video: KPK OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro
(idh/dhn)


















































