BMKG Ungkap Abu Vulkanik Anak Krakatau Tak Lagi Terpantau di Wilayah RI

8 hours ago 4

Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan perkembangan terbaru terkait pemantauan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Saat ini, sebaran abu vulkanik tak lagi terpantau di wilayah Indonesia.

Plh Direktur Meteorologi Publik BMKG Ida Pramuwardani mengatakan, berdasarkan pemantauan citra satelit, sebaran abu vulkanik Anak Krakatau sudah tidak terdeteksi sejak Kamis (10/9/2026), pukul 01.00 WIB. Ida menyebut arah debu vulkanik mendominasi ke barat Samudra Hindia.

"Nah, sejak semalam, pemantauan semalam atau sekitar jam 01.00 WIB itu untuk sebaran debu vulkaniknya sendiri sudah tidak lagi terdeteksi dari citra satelit sehingga ini ke depannya kalau misalnya erupsinya berhenti ini harusnya sudah tidak ada lagi sebaran debu vulkanik," kata Ida dalam pemaparannya saat diskusi Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP), ruang Abdul Muis, Senayan, Jakarta, Kamis (10/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ida mengatakan kini tak ada lagi sebaran abu vulkanik yang terpantau di sekitar wilayah Indonesia. Ia menyebut ketinggian gelombang di Selat Sunda pun tak ada peningkatan dan dalam kategori aman.

"Jadi untuk saat ini kondisinya bersih untuk sebaran debu vulkanik dan tentu saja ini kalau dilakukan paper test juga pastinya negatif," ungkap Ida.

"Nah, kemudian untuk ketinggian gelombangnya sendiri di Selat Sunda ini menunjukkan bahwa tidak ada peningkatan yang berarti dan arusnya juga sehingga kondisinya aman," sambungnya.

Dikonfirmasi seusai acara, Ida mengatakan abu vulkanik Anak Krakatau sudah menjauhi wilayah RI. Ia menyebut level abu vulkanik ini sudah cukup tinggi di atas samudra.

"Abunya sudah jelas jauh ya karena kemarin dominasinya mengarah ke arah barat samudra. Sehingga sekarang sudah ada di level ketinggian yang cukup tinggi di samudra," ujarnya.

Ia menekankan di sekitar Indonesia, baik di perairan maupun daratan, saat ini tak terpantau adanya sebaran abu vulkanik. Ia menyebut per pukul 01.00 dini hari, Kamis (10/9), BMKG tak menemukan sebaran debu vulkanik.

"Kemudian untuk wilayah di sekitar Indonesia, baik itu di sekitar perairannya ataupun di atas daratannya, itu saat ini tidak terpantau adanya sebaran debu vulkanik bahkan di Gunung Anak Krakatau-nya sendiri, sejak semalam itu sudah tidak ada lagi terpantau adanya sebaran debu vulkanik per jam 01.00 malam," imbuhnya.

Saksikan Live DetikSore:

(dwr/amw)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |