Banjir di Prepedan Kalideres Mulai Surut, Kini Ketinggian Air Capai 30 Cm

8 hours ago 3
Jakarta -

Banjir masih menggenangi wilayah Jalan Raya Prepedan, Kalideres, Jakarta Barat (Jakbar). Warga bernama Aldy mengatakan banjir terjadi sejak pagi tadi karena dipicu hujan deras.

"Iya banjir dari pagi. Sudah agak mulai surut, kondisi terkini sudah (setinggi) dengkul (kurang lebih 30 cm) banjirnya," kata Aldy saat dihubungi, Senin (12/1/2026) pukul 20.00 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aldy sempat mengunggah video di akun Instagram (IG) Story miliknya. Dalam video, terlihat tinggi banjir lebih dari 40 cm atau lebih dari lutut orang dewasa.

"Kondisi air paling tinggi di jam 9 pagi sampai jam 10," katanya.

Dia mengatakan banjir tersebut terjadi di perempatan Jalan Raya Prepedan, Tegal Alur, Kalideres, Jakbar. Dia mengatakan wilayah tersebut memang rawan banjir.

"Memang rawan banjir dari dulu. Kalau hujan deras (durasi) 3 jam aja, pasti banjir," ucapnya.

Namun, dia mengatakan banjir surut lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Kalau sekarang lumayan cepat sih surutnya, kalau dulu bisa 3 hari baru surut," tuturnya.

59 RT dan 30 Ruas Jalan Terendam Banjir

Per pukul 18.00 WIB, BPBD DKI Jakarta mencatat ada 57 wilayah rukun Tetangga (RT) dan 39 ruas di Jakarta dilanda banjir akibat curah hujan tinggi hingga sore ini. BPBD DKI Jakarta melaporkan ketinggian air capai 100 cm di salah satu RT di Kelurahan Pejaten Timur, Jakarta Selatan.

"BPBD mencatat saat ini terdapat 59 RT dan 30 ruas jalan yang tergenang," kata Kapusdatin BPBD DKI Jakarta Mohammad Yohan dalam keterangannya, Senin (12/1).

Banjir disebabkan curah hujan tinggi serta luapan Kali Krukut dan Kali Ciliwung. BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat untuk menyedot genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama para lurah dan camat setempat.

"BPBD DKI mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop," ucapnya.

(jbr/maa)


Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |