109 Tiang Monorel di Rasuna Said Dibongkar, Target Selesai September

3 hours ago 3

Jakarta -

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai membongkar tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Total ada 109 tiang monorel yang akan dipotong dan ditata ulang sebagai bagian dari penataan kawasan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pembongkaran tiang monorel yang telah mangkrak hampir 22 tahun ini menjadi penanda penataan serius Pemprov DKI terhadap fasilitas publik yang terbengkalai.

"Jumlah tiangnya ada 109 sampai dengan ujung Jalan Rasuna Said. Ini akan ditata rapi dan mudah-mudahan kemacetan juga akan berkurang. Mudah-mudahan September selesai," kata Pramono saat meninjau langsung pemotongan tiang monorel di Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pramono menegaskan biaya pembongkaran tiang monorel tidak besar, yakni sekitar Rp 254 juta. Dia meluruskan anggaran Rp 100 miliar termasuk untuk penataan jalan.

"Yang Rp 100 miliar itu bukan untuk motong tiangnya. Motongnya hanya Rp 254 juta. Yang besar itu penataannya," jelasnya.

Menurut Pramono, anggaran sekitar Rp 102 miliar disiapkan untuk penataan kawasan secara menyeluruh, mulai dari perbaikan jalan, drainase, trotoar, penerangan jalan umum, hingga penataan taman dan estetika kawasan.

Pembongkaran dilakukan secara bertahap dan dikerjakan pada malam hari agar tidak mengganggu lalu lintas. Pemprov DKI memastikan tidak ada penutupan jalan selama pekerjaan berlangsung.

Pramono juga memastikan pembongkaran tiang monorel mangkrak ini telah dikoordinasikan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta. Langkah itu dilakukan untuk memastikan penataan berjalan aman dan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

"Secara khusus saya juga melaporkan kepada KPK supaya tidak ada permasalahan di kemudian hari. Dan saya berterima kasih kepada Kejati DKI Jakarta yang memberikan dukungan penuh," ungkapnya.

Pramono menyebut proyek monorel tersebut telah mangkrak selama lebih dari dua dekade dan berstatus idle. Karena itu, menurutnya, penyelesaian harus dilakukan dengan kehati-hatian, terutama dari sisi hukum dan administrasi aset.

Ia menegaskan pembongkaran tiang monorel bukan keputusan yang diambil secara terburu-buru. Pemprov DKI telah melakukan kajian mendalam serta berkoordinasi dengan aparat penegak hukum sebelum memulai pekerjaan di lapangan.

Simak juga Video 'Pramono: Tiang Monorel Mangkrak Dibongkar Rabu Depan':

(bel/idn)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |