10 Kedai Kopi Lokal Jakarta, Pilihan untuk Menikmati Sisi Ibu Kota

3 days ago 2

Jakarta -

Menjelajahi Jakarta tak selalu harus dilakukan dengan mengunjungi gedung pencakar langit, pusat perbelanjaan, museum, atau mencicipi kuliner khasnya. Ada cara lain yang lebih sederhana untuk mengenal karakter ibu kota, yakni duduk di kedai kopi sambil menikmati secangkir kopi dan mengamati kehidupan yang berlangsung di sekitarnya.

Bagi wisatawan dari luar Jakarta, kedai kopi bisa menjadi pintu masuk untuk memahami kota dengan cara yang lebih personal.

Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta, Lucky Wulandari, menjelaskan bahwa kedai kopi dapat memperlihatkan beragam sisi Jakarta. Di satu tempat, wisatawan dapat menemukan nuansa Jakarta lama, sedangkan di tempat lain mereka bisa melihat percampuran budaya Betawi, Tionghoa, Melayu, dan modernitas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, kedai specialty coffee juga menawarkan pengalaman untuk mengenal perjalanan kopi Indonesia, mulai dari asal biji, proses pascapanen, roasting, hingga akhirnya tersaji dalam secangkir kopi.

Karena itu, 10 rekomendasi kedai kopi ini tidak semata-mata didasarkan pada rasa kopi. Tempat yang layak masuk agenda perjalanan adalah kedai yang mampu meninggalkan kesan, baik melalui rasa, suasana, cerita, maupun pengalaman yang sulit ditemukan di kota lain.

Berikut 10 kedai kopi lokal Jakarta yang menarik untuk dimasukkan ke dalam perjalanan Anda.

1. Kopi Es Tak Kie, Glodok

Perjalanan bisa dimulai pagi hari di Gang Gloria, Glodok. Kopi Es Tak Kie telah berdiri sejak 1927 dan menjadi bagian dari atmosfer Chinatown Jakarta. Kisaran harga sekitar Rp25.000-Rp50.000, dengan Kopi Es Susu atau Kopi Es Tak Kie, mi ayam, dan nasi campur sebagai pilihan.

Daya tarik utamanya bukan specialty coffee, melainkan pengalaman Jakarta tempo dulu. Wisatawan datang untuk kopi, tetapi pulang membawa pengalaman menyusuri kawasan kuliner bersejarah. Kedai ini lebih tepat dikunjungi pada pagi hari karena jam operasional yang tercatat sekitar 07.00-13.30.

2. Toko Kopi Tuku Cipete

Tuku menjadi titik menarik bagi wisatawan yang ingin memahami fenomena kopi susu gula aren Indonesia. Bermula dari Cipete Raya pada 2015, Es Kopi Susu Tetangga menjadi identitas penting kedai ini.

Dengan harga sekitar Rp25.000-Rp50.000, wisatawan dapat mencoba Es Kopi Susu Tetangga, Donat Kampoeng, atau Bolu Piscok. Rasanya relatif mudah diterima, terutama bagi mereka yang belum terbiasa dengan kopi hitam. Aksesnya juga praktis melalui MRT Stasiun Cipete Raya.

3. Giyanti Coffee Roastery, Menteng

Untuk wisatawan yang mulai serius mencari karakter biji kopi, Giyanti berada di kelas berbeda. Berlokasi di Jalan Surabaya, Menteng, Jakarta Pusat, kedai ini menawarkan flat white, cappuccino, dan manual brew dengan kisaran harga Rp50.000-Rp100.000.

Giyanti menarik bukan hanya karena kopinya, tetapi juga karena pengalamannya dalam memahami specialty coffee. Konsep roastery dan suasana rustic membuat wisatawan bisa melihat kopi dari perspektif rasa dan proses. Flat white menjadi salah satu menu yang banyak mendapat apresiasi dari pengunjung.

4. Kopi Oey Sabang

Kopi Oey menawarkan pengalaman ngopi dengan nuansa peranakan. Berdiri pertama kali di Jalan Haji Agus Salim pada 2009, kedai yang didirikan Bondan Winarno ini menggabungkan kopi dengan makanan bergaya kopitiam.

Kopi susu, roti, dan makanan khas menjadi pilihan yang cocok bagi wisatawan yang ingin makan sekaligus ngopi. Nilai jualnya terletak pada suasana dan identitas kulinernya, bukan semata-mata mengejar kompleksitas rasa kopi.

5. Bakoel Koffie Cikini

Bakoel Koffie adalah tempat bagi wisatawan yang ingin merasakan Jakarta lama dalam kemasan kedai kopi yang tetap relevan dengan budaya kopi modern. Berada di Jalan Cikini Raya No.25, kedai ini menawarkan Ice Koffie Black Mist, Tubruk, dan Manual Pour Over dengan kisaran harga Rp50.000-Rp150.000.

Mirza Arkananta, wisatawan asal Kota Surabaya, Sabtu (14/8), mengatakan Bakoel Koffie menarik karena tidak memaksa pengunjung memilih antara nostalgia dan kopi. Menu Black Mist cocok untuk pencinta kopi dingin, sementara Heritage 1969 lebih menarik bagi penyuka kopi hitam dengan karakter dark chocolate dan molasses.

"Suasana vintage justru menjadi bagian penting dari rasa keseluruhan pengalaman. Bagi wisatawan, tempat ini ideal dikunjungi setelah perjalanan menggunakan KRL dan turun di Stasiun Cikini," lanjutnya dalam keterangan tertulis, Rabu (9/9/2026).

6. Anomali Coffee Senopati

Jika kopi ingin dijadikan perjalanan rasa keliling Indonesia, Anomali Coffee Senopati adalah salah satu pilihan paling rasional. Wisatawan dapat mencoba V60, single origin Indonesia, atau espresso-based coffee dengan kisaran harga Rp50.000-Rp75.000.

Kekuatan Anomali bukan sekadar daftar single origin, melainkan kesempatan berdialog dengan barista. Pengunjung dapat menjelaskan apakah menyukai karakter fruity, nutty, chocolatey, atau earthy, kemudian meminta rekomendasi. Pengalaman seperti ini jauh lebih bernilai bagi wisatawan daripada sekadar memesan kopi secara acak.

Nira Cahya, wisatawan asal Kota Bone, Sulawesi, mengaku kagum akan profesionalisme barista dalam memahami preferensi rasa sebelum merekomendasikan single origin untuk V60 yang dipesannya.

7. Filosofi Kopi Melawai

Filosofi Kopi membawa dimensi berbeda karena kopi bertemu pop culture. Berkaitan erat dengan film Filosofi Kopi yang diadaptasi dari karya Dewi Lestari, kedai di kawasan Melawai, Blok M, Jakarta Selatan ini menawarkan signature coffee dan kopi Nusantara.

Wisatawan tidak hanya datang untuk minum kopi, tetapi juga untuk menemukan persinggungan antara film, komunitas kreatif, literasi, dan budaya kopi Indonesia. Lokasinya juga mudah dipadukan dengan agenda kuliner Blok M dan M Bloc Space.

8. Kopikalyan Archive Senopati

Kopikalyan Archive di Jalan Cikajang No.5 merepresentasikan wajah coffee culture Jakarta yang lebih modern. Dengan kisaran harga Rp50.000-Rp75.000, pilihannya meliputi latte, espresso-based coffee, dan manual brew.

Tempat ini cocok bagi wisatawan yang membutuhkan jeda lebih panjang setelah berkeliling Jakarta. Konsepnya mendukung aktivitas mengobrol, bekerja, atau sekadar menikmati kopi dalam suasana lifestyle Jakarta Selatan.

9. Kedai Kopi Malabar 3, Kramat Pela

Kedai Malabar menawarkan alasan yang kuat untuk dimasukkan ke rute wisata kopi. Dengan rating sekitar 4,6/5 dari lebih dari 600 ulasan dan kisaran harga Rp50.000-Rp75.000, kedai ini tidak hanya menjual kopi.

Hafiz Dimas Prayogo, penikmat kopi asal Lampung Selatan, mengaku bahwa perpaduan kopi dan makanan Indonesia yang membuat Malabar menarik. Lontong Sayur Spesial Malabar layak menjadi menu utama bagi wisatawan luar Jakarta, terutama karena kuahnya disebut cukup medok dan ayamnya lembut.

Untuk kopi, Kopi Susu Malabar dapat menjadi pilihan aman, sementara V60 atau tubruk lebih tepat bagi mereka yang ingin mengeksplorasi kopi.

"Area indoor dan outdoor yang homey membuat kedai ini lebih cocok dikunjungi sore menjelang malam. Bagi wisatawan, pengalaman tersebut terasa lebih lengkap karena kopi tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari pengalaman kuliner Indonesia," ungkapnya.

10. Kapitan Lim Resto & Kopi, Tanah Abang

Kapitan Lim menawarkan sesuatu yang berbeda. Berada di Jalan H. Fachrudin No.82A, tempat ini memiliki karakter bangunan tua dengan ornamen Tionghoa. Data yang tersedia mencatat rating sekitar 4,5/5 dari 458 ulasan dan kisaran harga Rp50.000-Rp75.000.

Windy, pengunjung asal Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, menjelaskan daya tarik kedai kopi ini justru terletak pada pertemuan kopi, makanan, arsitektur, dan sejarah. Bangunan yang disebut pernah menjadi vihara dan kemudian dialihfungsikan menjadi restoran pada 2019 memberikan lapisan cerita yang tidak dimiliki kedai kopi biasa.

Kesepuluh kedai kopi tersebut memiliki karakter yang berbeda. Bagi wisatawan, kedai terbaik bukan hanya yang kopinya enak, tetapi juga yang memberikan pengalaman dan cerita yang berkesan.

Tonton juga video "Dari Hong Kong ke Jakarta! Kafe Ini Sajikan Kopi Eksotis hingga Rendang Donburi"

(prf/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |