Zulhas Dorong Pengelolaan Sampah di Pesantren Jadi Contoh bagi Daerah

7 hours ago 9

Jakarta -

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) mendorong praktik pengelolaan sampah di lingkungan pesantren menjadi contoh yang dapat diterapkan di daerah lain. Hal itu disampaikannya setelah melihat langsung inovasi para santri SMK Kreatif Chasbullah, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, dalam mengolah sampah.

Para santri tersebut telah mengolah sampah menjadi berbagai produk yang bermanfaat, mulai dari paving block hingga biogas. Praktik itu diperlihatkan saat Zulhas berdialog dengan para santri dalam rangkaian Muktamar Literasi Santri 2026 di Expo Bazar SMK Kreatif Chasbullah, Jumat (28/8).

Menurut Zulhas, pengelolaan sampah yang dilakukan para santri menunjukkan pentingnya menerapkan literasi lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai pengetahuan mengenai sampah perlu diwujudkan melalui tindakan nyata.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini contoh yang baik. Anak-anak santri bukan hanya tahu bagaimana memilah sampah, tetapi sudah bisa mengolahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat. Ini yang harus terus kita dorong dan ditiru di tempat lain," ujar Zulhas dalam keterangannya, Sabtu (29/8/2026).

Dalam dialog tersebut, Zulhas menguji pengetahuan para santri mengenai jenis-jenis sampah, pemanfaatan sampah anorganik, hingga pengelolaan residu. Sejumlah santri mampu menjawab pertanyaan tersebut dengan baik. Pengetahuan itu juga telah diterapkan melalui pengolahan sampah hingga sisanya mendekati nol residu.

"Kami sudah mengolah sampah dan mengubahnya menjadi biogas dan paving block, Pak Menko, sehingga tidak ada yang terbuang, zero waste," ujar Andika M. Nuur, salah seorang santri.

Zulhas mengatakan kesadaran dan keterampilan mengelola sampah sejak dini menjadi bagian penting dalam membangun budaya baru pengelolaan lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Zulhas juga memperkenalkan pentingnya pengolahan sampah menjadi energi, termasuk melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Menurutnya, berbagai pendekatan pengelolaan sampah perlu dikembangkan sesuai dengan karakteristik dan kondisi masing-masing daerah.

Sebagai informasi, Muktamar Literasi Santri 2026 turut diisi dengan pemberian Penghargaan Pesantren Peduli Lingkungan. Praktik pengelolaan sampah yang dilakukan para santri SMK Kreatif Chasbullah menjadi salah satu contoh bahwa pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga dapat menjadi ruang tumbuhnya inovasi dan kepedulian lingkungan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

(akn/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |