Viral Baksos Dikaitkan Aksi 27 Agustus, Polsek Penjaringan Ungkap Fakta

6 hours ago 10
Jakarta -

Polsek Metro Penjaringan angkat bicara terkait unggahan viral di media sosial (medsos) terkait pembagian bingkisan kepada masyarakat bertepatan dengan aksi massa pada 27 Agustus lalu. Polisi menegaskan kegiatan tersebut adalah bakti sosial (baksos) rutin untuk mitra kamtibmas, bukan terkait aksi massa.

Video polisi gelar baksos dan dikaitkan dengan aksi Kamis (27/8) dibagikan sejumlah akun di medsos. Warganet menarasikan rombongan orang bersepatu dan berbaju hitam ini mendapatkan bingkisan dari polisi bertepatan dengan aksi massa 27 Agustus 2026.

Kapolsek Metro PenjaringanAKBP Agta Bhuwana Putra memberikan penjelasan mengenai kronologi dan tujuan kegiatan tersebut. Dia menegaskan kegiatan tersebut rutin dilakukan Polsek Metro Penjaringan bersama komunitas untuk memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya Kompol Agta Bhuwana Putra, Kapolsek Metro Penjaringan. Izin menjelaskan terkait kegiatan dari kami, Polsek Metro Penjaringan, pada tanggal 27 Agustus 2026 sekitar pukul 16:30 yang bertempat di lapangan apel Polsek Metro Penjaringan," ujar Agta melalui unggahan instagram @polsekmetropenjaringan dilihat, Sabtu (29/8/2026).

Polsek Metro Penjaringan meluruskan unggahan viral di medsos terkait pembagian bingkisan kepada masyarakat bertepatan dengan aksi massa pada 27 Agustus lalu. (dok Polri)Polsek Metro Penjaringan menjelaskan bahwa agenda utama hari itu adalah Apel Sabuk Kamtibmas yang bertujuan memperkuat koordinasi keamanan di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara. (dok Polri)

Agta menjelaskan bahwa agenda utama hari itu adalah Apel Sabuk Kamtibmas. Tujuannya untuk memperkuat koordinasi keamanan di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara.

"Jadi, kami melaksanakan kegiatan Apel Sabhara Kamtibmas yang tujuannya adalah menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Polsek Metro Penjaringan. Kemudian setelah kegiatan tersebut, kami lanjutkan dengan bakti sosial yang kami berikan kepada rekan-rekan yang sudah turut membantu kami, yaitu rekan-rekan dari ojek online dan juga rekan-rekan dari Kelompok Sadar Masyarakat Kamtibmas Penjaringan," jelasnya.

Selain memperkuat komunikasi kamtibmas, kegiatan Sabuk Kamtibmas juga diisi dengan kegiatan sosial berupa pembagian paket beras lima kilogram serta layanan penggantian oli sepeda motor secara gratis. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang silaturahmi dan interaksi antara kepolisian dengan berbagai komunitas di wilayah Penjaringan.

"Jadi di sini saya sampaikan bahwa ini adalah murni kegiatan bakti sosial kami kepada masyarakat untuk dengan tujuan menciptakan keamanan dan ketertiban dan memberikan rasa nyaman kepada seluruh masyarakat yang ada di Penjaringan," tegas Agta.

Berdasarkan data Polsek Penjaringan, kegiatan bertajuk 'Sabuk Kamtibmas' ini diikuti oleh 70 orang. Mereka terdiri dari 15 anggota Pokdarkamtibmas, 18 anggota Forum Betawi Rempug (FBR), 17 anggota BPPKB Banten, dan 20 pengemudi ojek online (ojol).

Agta mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang beredar di media sosial tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

"Saya juga mengimbau untuk seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Penjaringan, jangan sampai terhasut, atau bisa lebih dulu mengonfirmasi karena memang kegiatan yang kami laksanakan ini adalah kegiatan yang terbuka dan kami sudah share melalui akun-akun resmi di media sosial dari Polsek Metro Penjaringan," imbaunya.

Dia mengatakan keterlibatan berbagai komunitas merupakan bagian dari upaya membangun kepedulian bersama terhadap keamanan dan ketertiban lingkungan. Komunikasi yang terjalin juga diharapkan semakin memperkuat kemitraan antara kepolisian dan masyarakat.

Polsek Metro Penjaringan meluruskan unggahan viral di medsos terkait pembagian bingkisan kepada masyarakat bertepatan dengan aksi massa pada 27 Agustus lalu. (dok Polri)'Sabuk Kamtibmas' ini diikuti oleh 70 orang yang terdiri dari anggota Pokdarkamtibmas, ormas, dan ojol (dok Polri)

"Terima kasih kepada seluruh rekan-rekan yang hadir. Keamanan lingkungan membutuhkan kepedulian dan peran kita bersama. Mari kita jaga Penjaringan agar tetap aman dan nyaman sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitasnya dengan baik," kata Agta.

Di sisi lain, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari semangat 'Jaga Jakarta'. Program ini mengedepankan kolaborasi antara kepolisian dan komunitas untuk menjaga lingkungan masing-masing.

"Jaga Jakarta adalah semangat bersama. Masyarakat dapat mengambil peran mulai dari lingkungan terdekat, saling peduli, menjaga ketertiban, dan menghormati aturan. Ketika komunikasi dan kepedulian ini tumbuh, kita bersama-sama menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat," terang Budi.

(ond/jbr)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |