Wamensos Minta Gugus Tugas Mitigasi Transisi ke Sekolah Rakyat Permanen

6 hours ago 6

Jakarta -

Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono menekankan pentingnya mitigasi pada masa transisi Sekolah Rakyat Rintisan ke Sekolah Rakyat Permanen yang sedang dalam proses pembangunan. Hal itu diungkapkan olehnya dalam Rapat Koordinasi Gugus Tugas Pengendalian Operasional Sekolah Rakyat yang diselenggarakan di Sentra Terpadu Inten Soeweno, Bogor, Jawa Barat, hari ini.

"Tadi evaluasi, yang selanjutnya adalah mitigasi perpindahan dan pembangunan sekolah permanen. Ini sekarang sedang proses transisi. Jadi garis besarnya itu, dari 166 sekolah rintisan, itu tidak semuanya memiliki calon sekolah permanen yang sedang dibangun tahun ini," kata Agus Jabo dalam keterangan tertulis, Kamis (26/2/2026).

Agus Jabo menyampaikan dari total 166 titik Sekolah Rakyat rintisan, saat ini sedang dipersiapkan 98 titik gedung permanennya. Oleh karena itu, dia mengajak Gugus Tugas Pengendalian Operasional Sekolah Rakyat untuk menyusun skenario simulasi perpindahan Sekolah Rakyat rintisan ke Sekolah Rakyat permanen secara detail dan berbasis data.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah ada skema, sudah ada simulasi, tetapi paling tidak gugus tugas ini harus sudah bisa memprediksi kemungkinan-kemungkinan yang bakal terjadi, terutama bagi siswa-siswa dan guru serta tendik yang nanti akan kita pindahkan dari sekolah rintisan ke sekolah permanen yang itu tidak ada di kota itu," ujarnya.

Kemudian, Agus Jabo juga memberikan beberapa arahan kepada gugus tugas terkait proses mitigasi transisi Sekolah Rakyat permanen. Pertama meminta perkuat kolaborasi dengan Kementerian PU terkait mekanisme monitoring terhadap progres pembangunan Sekolah Rakyat permanen.

"Saya juga itu terlibat untuk proses pengawasan supaya kemudian pembangunan Sekolah Rakyat (permenan) ini yang betul-betul tempat waktu, di Bulan Juli kita sudah bisa membuka atau merekrut siswa baru termasuk memindahkan siswa-siswa dari sekolah rintisan," jelasnya.

Arahan selanjutnya untuk mitigasi transisi ke Sekolah Rakyat permanen yaitu segera mengajukan formasi ASN untuk guru dan tenaga kependidikan (tendik) secara bertahap paling lambat akhir Maret.

Terakhir, memastikan seluruh proses berjalan dengan prinsip kehati-hatian, akuntabilitas, dan berorientasi pada kepentingan terbaik anak.

"Jadi saya ingatkan lagi, semua ini dalam rangka mendukung, mendorong program program Sekolah Rakyat dalam memutus transmisi kemiskinan itu betul-betul bisa tercapai," tutupnya.

Sebagai informasi tambahan, turut hadir dalam Rakor ini Plt. Inspektur Jenderal Kemensos Dody Sukmono, Staf Ahli Menteri Sosial Bidang Aksesibilitas Sosial Abdul Muis, Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Pemberdayaan dan Fakir Miskin Ishaq Zubaedi Raqib, serta stakeholder terkait lainnya.

Tonton juga video "Wamensos Dorong Sekolah Rakyat Berkualitas demi Keluarga Kurang Mampu"

(prf/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |