Tragedi Pesawat Dibom Teroris di Ketinggian 31 Ribu Kaki

7 hours ago 4
Jakarta -

Ledakan pesawat Pan Am Penerbangan PA103 di Lockerbie, Skotlandia, adalah salah satu tragedi yang memilukan. Pesawat yang sengaja diledakkan teroris ini menewaskan ratusan orang.

Dikutip dari Aircraft Accident Report 2/90 yang disusun oleh Air Accidents Investigation Branch (AAIB) di bawah Department of Transport, Inggris Raya, peristiwa ini terjadi pada 21 Desember 1988 di atas Kota Lockerbie, Dumfriesshire, Skotlandia. Ledakan terjadi saat pesawat berada pada ketinggian jelajah 31 ribu kaki.

Dalam laporan itu, dijelaskan bahwa pesawat berangkat dari Bandara London Heathrow. Pesawat kemudian lepas landas (take-off) menuju New York.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Komunikasi radio dua arah masih terjalin antara pesawat dan Shanwick Oceanic Area Control setelah beberapa saat penerbangan. Kemudian, pengontrol udara Shanwick mengirimkan instruksi izin rute transatlantik (oceanic clearance), namun tidak ada respons konfirmasi dari pesawat.

Setelah itu, perekam suara kokpit (CVR) dan perekam data penerbangan (DFDR) mendadak berhenti berfungsi berbarengan dengan terdengarnya suara ledakan keras pada mikrofon kokpit akibat terputusnya aliran listrik secara seketika oleh ledakan.

Bagian fuselage depan dan kokpit terpisah penuh dari badan pesawat. Radar hanya menampilkan pendaran puing-puing yang menyebar. Setelah itu, polisi Lockerbie melaporkan kejadian jatuhnya pesawat

Bagian sayap pesawat menghantam Sherwood Crescent di Lockerbie hingga memicu ledakan dahsyat. Bagian hidung dan kokpit pesawat ditemukan jatuh di Tundergarth (sekitar 4 km di timur Lockerbie).

Tak ada yang selamat dalam tragedi ledakan ini. Korban di dalam pesawat sebanyak 259 orang (16 awak pesawat dan 243 penumpang). Seluruh awak dan penumpang tewas.

Sementara itu, 11 orang penduduk Kota Lockerbie meninggal dunia akibat tertimpa puing-puing utama pesawat dan ledakan di area permukiman. Totalnya berarti 270 orang tewas akibat tragedi ini.

Ledakan Bom Rakitan

Setelah diselidiki, ternyata pemicunya adalah ledakannya. adalah detonasi alat peledak rakitan (Improvised Explosive Device/IED).

IED dipasang di dalam sebuah pemutar kaset-radio (radio-cassette player) yang dimasukkan ke kontainer bagasi logam bernomor di posisi 14L ruang kargo depan.

Ledakan bom secara langsung merobek kulit fuselage depan dan menghancurkan struktur lantai kabin utama.

Lantas, siapa pelaku terorisme ini?

Berdasarkan sumber catatan CIA, pelaku yang terbukti bertanggung jawab atas pengeboman ini adalah dua orang asal Libya.

Pada tahun 2000, dua warga negara Libya diajukan ke persidangan di hadapan pengadilan Skotlandia yang digelar di Belanda. Bukti krusial yang menjerat pelaku adalah temuan fragmen papan sirkuit pengatur waktu (timer) bom yang menyatu pada serat pakaian.

(rdp/imk)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |