BANJAR – Puskesmas Banjar 2 menggelar program tracing tuberkulosis (TB) yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Posyandu Dewi Sartika, Lingkungan Awiluar RT 16 RW 05, Kelurahan Situbatu, Kota Banjar, Jumat (31/7/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan penemuan kasus secara dini, mencegah penularan TB, serta mendekatkan layanan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat.
Pelaksanaan program melibatkan Babinsa Kelurahan Situbatu, tenaga kesehatan Puskesmas Banjar 2, dan kader Posyandu Dewi Sartika. Kolaborasi lintas sektor itu diharapkan dapat memperluas jangkauan pemeriksaan sekaligus meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya pencegahan tuberkulosis.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar, H. Saifuddin, A.KS., M.Kes., mengatakan sinergi antara puskesmas, masyarakat, dan TNI menjadi bagian penting dalam upaya memutus mata rantai penularan penyakit.
“Sinergi antara fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas dengan elemen masyarakat dan TNI merupakan kunci dalam memutus mata rantai penularan penyakit, khususnya tuberkulosis, ” ujarnya.
Menurutnya, program tersebut penting untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas sekaligus mendorong penemuan kasus sedini mungkin.
Kepala Puskesmas Banjar 2, Enjang Suryana, A.MKg., S.T., menyampaikan bahwa layanan kesehatan perlu terus didekatkan kepada masyarakat agar proses pencegahan dan penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
“Dengan menggandeng Babinsa dan kader posyandu, kami berharap tracing TB ini memberikan dampak nyata dalam mendukung upaya eliminasi tuberkulosis di wilayah kami, ” katanya.
Babinsa Kelurahan Situbatu, Pelda Masduki, menegaskan kesiapan TNI untuk mendukung program kesehatan masyarakat di wilayah binaan.
“Sebagai Babinsa, tugas kami adalah hadir di tengah masyarakat, termasuk dalam bidang kesehatan. Kami siap bersinergi dengan puskesmas dan seluruh elemen masyarakat untuk memastikan warga sehat dan terhindar dari penyakit, ” tegasnya.
Danramil 1313/Banjar, Mayor Inf Sumadi, mengatakan kesehatan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
“TNI akan selalu mendukung program kesehatan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup warga, termasuk dalam upaya pencegahan dan pemberantasan TB, ” ujarnya.
Dandim 0613/Ciamis, Letkol Inf Antonius Ari Widiono, S.Sos., M.Hum., menilai kegiatan tersebut sebagai langkah proaktif dalam menangani persoalan kesehatan masyarakat.
“Sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan TNI menjadi kekuatan yang besar untuk mengatasi berbagai persoalan di masyarakat, termasuk bidang kesehatan, ” katanya.
Danrem 062/Tarumanagara, Kolonel Inf Dadi Sutandi, S.E., M.M., turut menyampaikan dukungannya terhadap keterlibatan satuan kewilayahan dalam program kesehatan.
“Kegiatan seperti ini menunjukkan pentingnya kolaborasi. Kami mendukung setiap upaya satuan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, ” tuturnya.
Pangdam III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M., menegaskan bahwa sinergi TNI dengan instansi kesehatan merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat.
“Kesehatan merupakan prioritas. Kami akan terus mendorong dan mendukung setiap kegiatan positif yang membawa manfaat bagi masyarakat, ” ujarnya.
Melalui tracing TB yang terintegrasi dengan CKG, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya pemeriksaan dini, mengenali gejala tuberkulosis, serta segera mengakses layanan kesehatan apabila mengalami keluhan.
Kegiatan tersebut juga diharapkan memperkuat kemitraan antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, TNI, kader posyandu, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang sehat serta produktif. (PERS)


















































