Pihak Jasa Marga mencatat ada 10 orang jadi korban pecah ban 'massal' imbas kondisi jalan di ruas Tol Jagorawi. Sebanyak 5 pemobil diantaranya sudah mengajukan klaim.
"Sampai saat ini, tercatat 10 orang pengguna jalan yang mengalami pecah ban dalam periode waktu berdekatan, namun hanya lima pengguna jalan yang mengajukan klaim," kata Marketing and Communication Department Head Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division Panji Satriya dihubungi Minggu (3/5/2026).
"Sedangkan pengguna jalan lain hanya mengalami dampak minor dan langsung dibantu oleh petugas di lapangan," lanjutnya.
Panji menyebutkan, pemobil alami pecah ban 'massal' sudah dihubungi. Sejumlah korban yang mengajukan klaim masih dalam proses melengkapi administrasi.
"Saat ini seluruh pengguna jalan yang terdampak telah dihubungi oleh petugas Jasa Marga. Dan yang mengajukan klaim sedang dalam tahap melengkapi administrasi yang dibutuhkan, sebagai proses dari klaim penggantian," kata Panji.
Panji menambahkan, insiden pecan ban massal terjadi akibat kerusakan perkerasan jalan. Saat ini, sejumlah titik kerusakan sudah diperbaiki untuk mencegah kejadian terulang. Pengawasan juga dilakukan terutama saat curah hujan tinggi.
"Penyebab kejadian tersebut diduga akibat kerusakan perkerasan, maka Jasa Marga bertanggung jawab kepada pengguna jalan yang terdampak," kata Panji.
"Jasa Marga berkomitmen untuk terus mengevaluasi layanan dan melakukan langkah-langkah perbaikan. Seluruh titik yang teridentifikasi telah diperbaiki dan kedepannya akan dilakukan pengawasan lebih ketat pada seluruh lajur jalan tol," imbuhnya.
Diberitakan sebeumnya, sejumlah mobil mengalami pecah ban saat melintas di ruas jalan Tol Jagorawi. Peristiwa yang kemudian viral di media sosial itu disebabkan karena adanya kerusakan di badan jalan.
Dalam video yang beredar, disebutkan peristiwa terjadi pada Kamis (30/4) kemarin. Saat itu, petugas derek dan kepolisian terlihat sudah berada di lokasi kejadian.
Dalam keterangannya, Senior Manager Representative Office 1 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, Alvin Andituahta Singarimbun, mengatakan pihaknya segera melakukan pengecekan. Jasa Marga juga meminta maaf atas kejadian tersebut.
"Laporan awal dari pengguna jalan diterima sekitar pukul 17.40 WIB. Setelah menerima informasi tersebut, petugas langsung melakukan penelusuran jalur dan pemeriksaan kondisi perkerasan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan perjalanan pengguna jalan," kata Alvin dalam keterangannya, Jumat (1/5/2026).
Tonton juga video "Viral Mobil Pecah Ban Massal di Tol Jagorawi, Jasa Marga Buka Suara"
(sol/maa)

















































