Jakarta -
Semangat para pelajar dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Aceh mewarnai pelaksanaan Technical Meeting Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2026. Adapun acara ini dibuka oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal (Plt Sekjen) MPR RI Siti Fauziah di Banda Aceh.
Dalam sambutannya, Siti menegaskan LCC Empat Pilar MPR RI tidak hanya menguji kemampuan akademik para peserta, tetapi juga menuntut kecermatan dalam memahami dan menjawab setiap pertanyaan.
"Kompetisi ini bukan semata-mata mengukur kecerdasan akademik, tetapi juga melatih ketelitian, kecermatan, serta kemampuan berpikir cepat dan tepat dalam menjawab setiap soal," ujar Siti, Sabtu (1/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Siti, pemahaman terhadap Empat Pilar MPR RI yang meliputi Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun (UU NRI) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika, tidak boleh berhenti pada aspek hafalan semata.
"Nilai-nilai Empat Pilar harus dipahami, dihayati, dan diwujudkan dalam sikap serta perilaku sehari-hari. Dengan demikian, para pelajar dapat menjadi generasi yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki komitmen kuat terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Siti.
Siti juga mengajak seluruh peserta menjadikan ajang ini sebagai ruang untuk memperluas persahabatan dan membangun jejaring antarpelajar dari berbagai daerah di Aceh.
"Kompetisi ini bukan hanya tentang menjadi juara. Lebih dari itu, ini adalah kesempatan untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, serta membangun persahabatan yang kelak menjadi modal penting dalam menyongsong masa depan," tutur Siti.
Siti berharap seluruh peserta dapat menampilkan kemampuan terbaiknya dan menghasilkan wakil Provinsi Aceh yang mampu mengharumkan nama daerah pada Grand Final LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Nasional di Jakarta.
Semangat mengikuti kompetisi juga ditunjukkan para peserta yang datang dari berbagai wilayah Aceh dengan menempuh perjalanan panjang. Tim SMAN 1 Kutacane harus menempuh perjalanan hingga 20 jam untuk dapat mengikuti LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Aceh.
Sementara itu, tim SMAN 2 Gunung Meriah menunjukkan dedikasi yang tinggi dengan menempuh perjalanan sekitar 16 jam, sedangkan tim SMAN 3 Langsa harus menempuh perjalanan sekitar 10 jam menuju lokasi kegiatan di Banda Aceh.
Waktu tempuh tersebut menjadi bukti tingginya semangat dan antusiasme pelajar Aceh dalam memperdalam nilai-nilai kebangsaan sekaligus mengikuti kompetisi yang diselenggarakan MPR RI.
Adapun sekolah yang mengikuti LCC Empat Pilar MPR RI seleksi Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2026 meliputi SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh, SMAN 2 Gunung Meriah, SMAN 1 Teunom, SMAN 2 Banda Aceh, SMAN 3 Langsa, SMAN Unggul Aceh Timur, SMAN 2 Bukit, SMAN 1 Kutacane, dan SMKN 1 Takengon.
Melalui penyelenggaraan LCC Empat Pilar MPR RI, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, menjunjung tinggi persatuan, serta siap menjadi calon pemimpin bangsa di masa depan.
Sebagai informasi, pelaksanaan technical meeting tersebut turut dihadiri oleh dewan juri daerah, Rektor Universitas Abulyatama Dr Nurlis Effendi; Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry Prof Dr Syahrizal Abbas; Kepala Bagian (Kabag) Perundang-undangan Kabupaten/Kota Biro Hukum Setda Provinsi Aceh Dr M Yasir Putra Utama.
Hadir pula Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Aceh yang diwakili oleh Penelaah Teknis Kebijakan Bidang Pembinaan SMA dan PKLK Helpan Sari; Kepala Biro (Kabiro) Perencanaan dan Keuangan Setjen MPR RI Dra Triyatni; serta Kepala Bagian (Kabag) Sekretariat Badan Penganggaran (Banggar) Setjen MPR RI Rosando.
Tonton juga video "Final Lomba Cerdas Cermat MPR Bakal Diulang"
(akn/ega)


















































