Jakarta -
Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, meninjau siswa MTsN 2 Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur yang masih menjalani pembelajaran di tenda darurat pascagempa Flores. Ia memastikan kegiatan belajar tetap berlangsung secara aman dan layak meski di tengah keterbatasan ruang belajar.
Nasaruddin melihat sejumlah ruang kelas di madrasah tersebut belum dapat digunakan karena mengalami kerusakan akibat gempa. Ia sempat masuk ke salah satu tenda yang kini menjadi ruang kelas sementara. Ia kemudian menyapa dan berbincang dengan para siswa yang tetap mengikuti pelajaran meski fasilitas belajar mereka terbatas.
"Harus tetap semangat ya belajarnya. Musibah ini adalah ujian. Kalau ujian itu artinya bisa naik kelas nanti," ujar Nasaruddin dalam keterangan tertulis, Jumat (4/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu dikatakan Nasaruddin dalam kunjungannya di Nusa Tenggara Timur, Kamis (3/9).
Nasaruddin mengapresiasi semangat siswa dan para guru yang tetap menjalankan kegiatan belajar-mengajar di tengah kondisi pascabencana. Menurutnya, proses pendidikan tidak boleh berhenti hanya karena ruang kelas belum dapat digunakan.
"Bencana tidak boleh menjadi alasan bagi anak-anak untuk kehilangan haknya mendapatkan pendidikan. Pemerintah harus hadir memastikan mereka tetap dapat belajar dengan aman dan layak," ungkapnya.
Sebagai bagian dari penanganan madrasah pascagempa Flores, Kementerian Agama telah menyalurkan 1.000 paket perlengkapan sekolah atau school kit serta menyiapkan 16 ruang belajar sementara.
Berdasarkan pendataan sementara, sedikitnya 72 madrasah terdampak gempa. Pada tahap awal, bantuan diprioritaskan untuk 15 madrasah dengan tingkat kerusakan terparah.
Ruang belajar sementara disiapkan agar kegiatan pendidikan dapat terus berlangsung sembari menunggu fasilitas permanen diperbaiki. Sementara itu, school kit diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan belajar siswa yang terdampak.
Kunjungan ke MTsN 2 Manggarai Barat juga dilakukan untuk melihat langsung kondisi fasilitas pendidikan yang terdampak serta memastikan proses pemulihan dapat segera dilakukan.
"Sesuai arahan Presiden Prabowo, semua harus bergerak untuk memperbaiki kondisi bersama. Kemenag juga sudah berkoordinasi dengan Dinas PU terkait dengan fasilitas-fasilitas keagamaan dan pendidikan yang rusak agar bisa segera diperbaiki," ujar Nasaruddin.
Ia juga mengapresiasi jajaran Kementerian Agama di NTT yang sejak awal melakukan pendataan kerusakan sebagai dasar penanganan dan pemulihan.
"Terima kasih juga kepada Pak Kakanwil Kemenag NTT yang sudah bekerja dengan baik menyajikan data-data," katanya.
Menurutnya, data yang akurat penting agar penanganan pascabencana dapat dilakukan secara tepat sasaran, mulai dari penyediaan fasilitas sementara hingga perbaikan sarana pendidikan yang rusak.
Kementerian Agama akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memetakan kebutuhan madrasah terdampak sekaligus mempercepat pemulihan layanan pendidikan.
(prf/ega)


















































