Tim Ahli RSCM Periksa Siswi Karo Keracunan MBG, Hasil Tes Keluar 2 Hari Lagi

6 hours ago 6

Jakarta -

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkap perkembangan pemeriksaan dua siswi korban dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang kini dirawat di RSCM, Jakarta. Budi mengatakan pihaknya telah mengerahkan tim ahli untuk memeriksa kondisi siswi tersebut.

Budi menjelaskan, penanganan pasien awalnya dilakukan oleh tim Rumah Sakit Adam Malik. Hal itu dilakukan setelah Kemenkes berkonsultasi dengan RSCM dan RS Harapan Kita.

"Jadi, yang kejadian di Karo, waktu kita mengetahui terjadi masalah ini, kita konsultasi ke RSCM sama Harapan Kita untuk segera menggaet Rumah Sakit Adam Malik memeriksa kejadiannya tuh seperti apa," kata Budi seusai rapat dengan Komisi IX DPR, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tim Adam Malik sudah bertemu dengan pasiennya. Sudah memeriksa pasiennya, kemudian sudah melakukan tindakan juga untuk merawat yang bersangkutan," sambungnya.

Namun, menurut dia, dalam proses tersebut, kasus itu kemudian menjadi viral dan ramai. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kemudian meminta agar siswi keracunan tersebut dibawa ke RSCM.

"Kenapa? Karena dilihat bahwa RSCM memiliki kemampuan dokter-dokternya yang jauh lebih lengkap dibandingkan Rumah Sakit Adam Malik," jelasnya.

Budi mengatakan pihaknya telah mengerahkan tim ahli untuk memeriksa kondisi siswi tersebut. Tim itu terdiri atas sejumlah dokter dengan keahlian berbeda.

"Pemeriksaannya apa saja? Saya sudah ngumpulin tim RSCM karena sesuai dengan arahan dari Pak Wapres. Nomor satu, kita ada dokter spesialis anak," kata Budi.

"Nomor dua, karena ini berkaitan dengan saraf, kita juga memanggil dokter yang profesor yang paling ahli mengenai neurologi anak. Itu mengenai apa? Saraf anak," sambungnya.

Pemeriksaan juga melibatkan dokter psikiater anak. Selain itu, pihaknya memanggil Ketua Kolegium Anak untuk melihat kondisi pasien secara menyeluruh.

"Karena ini juga ada kaitannya dengan kejiwaan, kita ambil Profesor yang bergerak di bidang psikiater anak, ya. Yang keempat, kita juga memanggil Ketua Kolegium Anak untuk melihat secara keseluruhan tuh seperti apa," paparnya.

Selain itu, kata Budi, dokter penyakit dalam juga dilibatkan. Dia mengatakan dokter-dokter itu kini sudah mulai bekerja.

"Ya, kita juga memanggil ahli dari anak yang mengerti mengenai penyakit dalam. Karena takutnya ada yang lain juga yang kita tidak tahu," kayanya.

"Nah, mereka tuh sudah bekerja. Harusnya hasilnya sih sebentar lagi keluar, ya. Saya kenapa saya tidak mau berspekulasi, karena lebih baik ahlinya lah yang menjawab," sambungnya.

Dia mengaku belum mendapatkan pembaruan mengenai hasil pemeriksaan tersebut. Budi memilih tak berspekulasi mengenai kondisi pasien dan menyerahkan penjelasan kepada tim ahli.

"Kalau waktu dari Adam, saya tidak tahu (kenapa hasil diagnosisnya belum keluar) kalau yang enam rumah sakit yang lain, ya. Tapi saya tahu yang Adam Malik sudah ada. Cuma itu kan perlu diperkuat oleh ahlinya sesuai permintaan Pak Wapres, kan? Supaya benar-benar bagus," ungkapnya.

"Jadi, tim ahlinya tuh sekarang sudah kerja semua. Itu harus, saya belum ter-update hasilnya, tapi dalam satu hari dua hari ini pasti keluar," imbuh dia.

(amw/ygs)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |