BPBD DKI Rilis Peringatan Dini Kekeringan, Tanah Longsor, dan Angin Kencang

5 hours ago 7

Jakarta -

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan serangkaian informasi peringatan dini di wilayah Ibu Kota. Peringatan tersebut meliputi ancaman kekeringan meteorologis, potensi gerakan tanah (tanah longsor), hingga cuaca angin kencang dan gelombang laut di kawasan perairan.

Peringatan dini tersebut disampaikan melalui akun Instagram resminya (@bpbddkijakarta). Berikut informasi lengkapnya sebagaimana dikutip detikcom, Senin (14/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis

Waktu Berlaku: Dasarian II September 2026 (11-20 September 2026).

Penjelasan: Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah di Provinsi DKI Jakarta masuk dalam kategori Awas untuk potensi kekeringan meteorologis.

Wilayah Terdampak: Provinsi DKI Jakarta.

Imbauan BPBD:
- Menghemat penggunaan air bersih dan menggunakannya secara bijak.
- Menyiapkan cadangan air bersih apabila diperlukan.
- Menghindari aktivitas membakar sampah maupun lahan.
- Menggunakan masker saat terjadi penurunan kualitas udara akibat debu.
- Memeriksa instalasi listrik dan kompor sebelum meninggalkan rumah.
- Memantau informasi perkembangan cuaca secara berkala dari sumber resmi BMKG dan BPBD DKI Jakarta.

Peringatan Dini Potensi Tanah Longsor (Gerakan Tanah)

Waktu Berlaku: September 2026.

Penjelasan: Prakiraan wilayah potensi gerakan tanah ini disusun berdasarkan hasil tumpang susun (overlay) antara peta zona kerentanan gerakan tanah dan peta prakiraan curah hujan bulanan BMKG. Berdasarkan informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), beberapa daerah di DKI Jakarta berada pada Zona Menengah. Pada zona ini, gerakan tanah berpotensi terjadi jika curah hujan berada di atas normal, terutama pada area yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan, atau lereng yang terganggu.

Wilayah Terdampak:
- Kota Adm. Jakarta Selatan: Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pasar Minggu, dan Pesanggrahan.
- Kota Adm. Jakarta Timur: Kecamatan Kramatjati dan Pasar Rebo.

Imbauan BPBD: Para Lurah, Camat, dan masyarakat diimbau untuk tetap mengantisipasi serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gerakan tanah saat curah hujan di atas normal.

Peringatan Dini Angin Kencang dan Gelombang Laut

Waktu Berlaku: 14-15 September 2026.

Penjelasan: Menurut BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok, terdapat potensi angin kencang dengan kecepatan maksimum mencapai 20 knot (37 km/jam) atau Skala Beaufort 5. Selain itu, diperkirakan terjadi tinggi gelombang 1,25 hingga 2,5 meter (kategori sedang) di Perairan Kepulauan Seribu bagian utara dan Laut Jawa bagian barat. Kondisi ini membawa risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran kapal nelayan, kapal tongkang, kapal ferry, hingga kapal kargo atau pesiar.

Wilayah Terdampak: Perairan Kepulauan Seribu dan Teluk Jakarta.

Imbauan BPBD:
- Waspada terhadap potensi bahaya akibat angin kencang seperti pohon tumbang, reklame jatuh, atau kerusakan fasilitas sekitar.
- Memeriksa kondisi lingkungan rumah, mengamankan barang-barang di luar ruangan, serta menghindari area rawan seperti di bawah pohon atau bangunan yang tidak stabil.
- Memantau perkembangan gelombang laut melalui laman bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut, memantau genangan/banjir melalui pantaubanjir.jakarta.go.id, mengunduh buku panduan kesiapsiagaan di tiny.cc/bukusakusiagabanjir, serta melaporkan kondisi darurat melalui aplikasi JAKI atau Call Center Jakarta Siaga di nomor 112.

Lebih lanjut, BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi ancaman cuaca ekstrem. Perkembangan informasi cuaca dan pembaruan peringatan dini secara berkala dapat dipantau melalui kanal resmi.

(wia/zap)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |