Sri Edi Swasono Raih Anugerah Amerta Bakti, Yakin Koperasi Bakal Maju

4 days ago 9
Jakarta -

Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia, Profesor Sri Edi Swasono, menerima penghargaan Anugerah Amerta Bakti dalam Koperasi Awards 2026 yang digelar di Hotel St. Regis, Jakarta. Sri Edi mengaku berbahagia menerima penghargaan tersebut dan berharap koperasi tidak lagi dipandang sebelah mata.

Dalam sambutannya, Sri Edi sempat menyebut dirinya pernah menolak penghargaan tertinggi di bidang koperasi beberapa tahun silam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sangat berbahagia menerima award ini. Perlu saya sampaikan bahwa tiga tahun yang lalu saya menerima award tertinggi dari gerakan koperasi, tetapi award itu saya tolak. Lifetime Achievement Award itu saya tolak," ujar Sri Edi di Hotel St. Regis, Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026).

Ia menjelaskan, penolakan tersebut didasari atas keprihatinannya terhadap posisi koperasi dalam struktur ekonomi Indonesia yang menurutnya masih terpinggirkan.

"Karena koperasi belum terintegrasi secara nasional dengan perekonomian nasional. Jadi koperasi masih kelihatan 'nyempil', terpisah sendiri, dan belum terintegrasi dengan perekonomian nasional," ungkap Sri Edi.

Sri Edi Swasono (Rumondang Naibaho/detikcom)Foto: Sri Edi Swasono (Rumondang Naibaho/detikcom)

Ia juga menyoroti amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 mengenai Demokrasi Ekonomi. Menurutnya, terdapat miskonsepsi di masyarakat yang menganggap koperasi hanya sekadar badan usaha, padahal koperasi seharusnya menjadi mindset seluruh pelaku ekonomi di Indonesia.

"Sesungguhnya yang dimaksudkan membangun usaha yang sesuai dengan prinsip koperasi adalah dalam pengertian bahwa mindset kita, mindset Indonesia, dan ekonomi Indonesia semuanya berbasis pada asas koperasi. Artinya, berlandaskan kerja sama," jelas Sri Edi.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara BUMN, sektor swasta, dan koperasi. Ketiga elemen tersebut harus mengutamakan gotong royong dan asas kekeluargaan.

"Antara BUMN, swasta, dan koperasi sesungguhnya harus terjalin kerja sama nasional. Kita mengutamakan kerja sama nasional, gotong royong, kebersamaan, dan asas kekeluargaan. Artinya, kita tidak saling bertengkar dan berkompetisi, melainkan saling bekerja sama," tuturnya.

Sri Edi Swasono (Rumondang Naibaho/detikcom)Foto: Sri Edi Swasono (Rumondang Naibaho/detikcom)

Di sisi lain, Sri Edi menyatakan optimismenya terkait perkembangan koperasi saat ini. Ia meyakini di bawah kepemimpinan Menteri Koperasi Ferry Juliantono, koperasi tidak akan lagi dipandang sebelah mata.

"Koperasi saat ini masih bisa dimajukan lagi, terutama karena kita mempunyai Menteri Koperasi yang baru. Saya banyak berdiskusi dengan beliau, pemikirannya mirip dengan saya dan mirip dengan Bung Hatta. Jadi tidak sulit untuk mendorong beliau dalam memajukan koperasi Indonesia," ucap Sri Edi.

Tonton juga video "Raih Koperasi Awards, Andra Soni Bertekad Kembangkan Koperasi di Banten"

(ond/isa)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |