Setuju Ditunda, PD Sebut Impor Pikap dari India Tak Pernah Dibahas di DPR

2 days ago 4
Jakarta -

Sekjen Partai Demokrat sekaligus anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron setuju dengan penundaan rencana impor mobil pikap dari India untuk kegiatan operasional Koperasi Merah Putih. Herman mengatakan pengadaan kendaraan tersebut tak pernah dibahas secara rinci di DPR.

Herman menjelaskan sebelumnya Agrinas Pangan Nusantara sebagai mitra kerja Komisi VI pernah memaparkan alokasi anggaran untuk masing-masing desa sebesar Rp 3 miliar. Rinciannya, Rp 1,6 miliar untuk pembangunan gedung, Rp 500 juta untuk modal kerja, dan sisanya untuk sarana prasarana, termasuk transportasi.

"(Agrinas) tidak pernah menyebutkan transportasinya jenis apa dan kualifikasinya apa," kata Herman di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (26/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nah, tahu-tahu kemarin tahu dari media ya, ada impor dari India yang masing-masing jenis kendaraan 35 ribu kendaraan sehingga berjumlah 105 ribu kendaraan dengan menyerap anggaran Rp 24,66 triliun," sambungnya.

Herman mengatakan pengadaan 105 ribu unit kendaraan dengan anggaran Rp 24,6 triliun itu tak pernah dibahas di DPR. Seharusnya, kata dia, hal itu dapat dibahas terlebih dulu.

"Ini anggaran besar sekali, semestinya dibahas dulu di DPR dan untuk memenuhi asas transparansi dan akuntabilitas keuangan negara, semestinya juga ini terbuka kepada publik ya," ujarnya.

Herman mengatakan urgensi Perpres Percepatan Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Kelurahan Merah Putih ialah untuk menjalankan misi menjembatani kebutuhan dasar masyarakat. Namun dia menilai pengadaan kendaraan dalam jumlah besar perlu dikaji matang.

Oleh sebab itu, Herman setuju dengan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Menurutnya, impor tersebut harus dihentikan sementara sampai ada keputusan resmi dari pemerintah.

"Kalau kemudian bahwasanya ada pengadaan yang dilakukan oleh Agrinas Pangan Nusantara, pengadaan kendaraan sebanyak 105 ribu, saya sepakat dengan Pak Dasco untuk menghentikan dulu sampai betul-betul nanti ada keputusan dari pemerintah yang memastikan bahwa ini dapat dijalankan," ujarnya.

"Karena melihat terhadap keinginan Presiden Prabowo Subianto yang selalu ingin bahwa kemampuan lokal ini harus dikedepankan," imbuh dia.

Lihat juga Video: Impor Mobil Pick Up dari India, Dasco: Tunggu Presiden Pulang!

(amw/rfs)


Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |