RI Surplus Beras 4,2 Juta Ton, Zulhas Pastikan Tak Ada Impor dari AS

4 hours ago 4

Jakarta -

Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan pemerintah tidak melakukan impor beras maupun ayam dari Amerika Serikat (AS). Zulhas memastikan kondisi produksi pangan nasional saat ini dalam posisi surplus.

"Nggak ada kita impor ayam sama beras. Beras kita sudah surplus 4,2 juta tahun ini, tahun 2025. Tahun ini produksinya saya kira akan jauh lebih tinggi lagi," kata Zulhas saat akan buka bersama Fraksi PAN di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Zulhas mengatakan Indonesia akan melakukan ekspor perdana beras ke Arab Saudi sebanyak 2.280 ton pada 28 Februari. Zulhas meyakini tren surplus beras akan terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Oleh karena itu kita baru ekspor perdana ini ke Arab Saudi, tanggal 28 besok, 2.280 ton ekspor beras kita," katanya.

"Jadi untuk sementara kita surplus, bukan sementara, insyaallah ya, tahun kemarin dan selanjutnya kita akan surplus. Semakin meningkat ya, beras, jagung, dan tahun ini kita akan bangun besar-besaran swasembada protein ikan. Ikan, ayam, dan telur," sambungnya.

Ketum PAN ini menyebut Danantara telah mengumumkan rencana pembangunan pabrik pakan dan fasilitas pembibitan DOC (day old chick) di enam daerah. Termasuk, Lampung dan Malang.

"Untuk memproduksi protein besar-besaran. Apakah ikan, ikan kita akan bangun 2.000 kampung nelayan, akan membangun 20.000 hektar tambak tahun ini, tahun ini ya," tuturnya.

"Maka saya muter terus untuk terus memastikan itu berjalan dengan baik. Ayam, ikan ya, dan protein lainnya," imbuh dia.

Sebelumnya, pemerintah menekankan perjanjian dagang Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) tidak akan mengganggu produksi pertanian dalam negeri. Seperti diketahui salah satu kesepakatan dagang dengan AS menyebutkan Indonesia akan mengimpor beberapa produk pertanian dan peternakan seperti beras, jagung, kedelai hingga daging ayam.

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) Fithra Faisal Hastiadi menegaskan produk yang dibeli dari AS tidak bersinggungan langsung dengan produksi pertanian dalam negeri.

"Nah, secara umum, apa yang dibeli dari US, itu adalah sebenarnya produk-produk yang tidak bersinggungan langsung dengan produk-produk di dalam negeri," ujar Fithra dalam diskusi di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (25/2).

"Sesempit yang saya pahami, bahwa komitmen kita untuk membeli barang-barang tersebut adalah tidak sangat mengganggu produksi kita," ujarnya lagi menekankan.

Dia mencontohkan, impor beras misalnya, jumlah yang akan diimpor tidak akan besar dan sangat terbatas. Dia menjamin impor beras dari AS tidak akan mengganggu pemasaran beras produksi petani lokal.

"Misalnya beras, itu sangat limited. Karena mereka juga bukan produsen beras juga. Tidak banyak juga. Jadi tidak mengganggu secara umum kapasitas nasional," papar Fithra.

(amw/ygs)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |